Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sling Terakhir Sang Datuk di Kaki Harimau Sumatera

Demon Fajri , Jurnalis-Minggu, 26 Juni 2022 |12:45 WIB
Sling Terakhir Sang Datuk di Kaki Harimau Sumatera
Datuk Mawi mantan pemburu harimau (Foto: Demon Fajri)
A
A
A

Mawi menjadi serba salah. Mawi berpikir jika temannya pulang nanti akan dibilang yang tidak-tidak oleh penduduk. Terlebih dalam perjalanan pulang terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

"Jika kawan pulang kita tetap di hutan jadi nanti terjadi yang tidak-tidak, pikiran orang saya usir dia. Makanya, setiap saya berburu tidak mau berkawan, takutnya kawan tidak tahan," jelas Mawi.

Dalam diri pria ini, musti membawa hasil ketika pulang ke rumah. Baginya, jika hasil buruan belum dapat maka akan terus dicari hingga ketemu, dan terus melanjutkan perjalanan ke hutan-hutan lainnya.

Selama di hutan Mawi bertahan hidup dengan hasil buruannya mulai dari memakan daging rusa, kijang, tapir hingga daging harimau sekali pun. Camp tempat tinggalnya seadanya. Di pohon yang berlobang besar, misalnya.

Baca juga: Harimau Pemangsa 11 Kambing dan 2 Sapi Warga Masuk Perangkap

"Kita pergi satu bulan, tapi kita belum dapat hasil. Apa yang kita bawa ke rumah? Kalau belum dapat beliau (Harimau) itu. Kita cari. Kalau tidak ada di hutan ini maka hutan yang ada di depannya. Ke mana arahnya kita susul terus," kata pria yang mudah tersenyum ini.

Perjalanan Mawi berburu Harimau cukup panjang. Untuk itu, Mawi selalu memberi tanda-tanda pada pohon agar tidak tersasar. Dia juga menggunakan daya ingat ketika memasuki daerah hutan.

Di dalam hutan tdak hanya bertemu dengan hewan buas. Mawi juga sempat melihat manusia pendek atau orang pendek. Perawakan manusia, penuh bulu mirip Beruk. Begitu juga cara berjalannya. Kata dia, tingginya sekira 1,5 meter.

"Biar tidak nyasar. Saya menggunakan ingatan. Melihat tanda di kayu," ujar pria kelahiran 1949 ini.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement