Share

AS Siap Siaga Hadapi Penembakan Massal, Peringatkan Situasi Ancaman yang Dinamis dan Kompleks

Susi Susanti, Okezone · Kamis 07 Juli 2022 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 18 2625112 as-siap-siaga-hadapi-penembakan-massal-peringatkan-situasi-ancaman-yang-dinamis-dan-kompleks-OchF9jN80l.jpg Polisi AS siap siaga menghadapi penembakan massal (Foto: Reuters)

CHICAGO - Pembantaian pada perayaan Hari Kemerdekaan minggu ini di pinggiran kota Chicago, Amerika Serikat (AS) menyoroti tantangan yang sekarang dihadapi penegak hukum AS dan pejabat keamanan dalam negeri - situasi di mana hampir semua acara publik bisa diserang karena hanya ada sedikit, bahkan tidak ada pertanda sama sekali yang bisa dideteksi pihak berwenang sebelumnya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS selama berbulan-bulan telah memperingatkan tentang situasi ancaman yang "dinamis dan kompleks", dalam Buletin Sistem Peringatan Terorisme Nasional (NTAS) terbaru bulan lalu. Departemen Keamanan Dalam Negeri, memperingatkan berbagai faktor mulai dari keluhan pribadi hingga peristiwa terkini yang bisa memicu serangan berikutnya, dengan pertemuan publik kemungkinan menjadi sasaran.

Baca juga: Penembakan Chicago, Pelaku Pertimbangkan Serangan Kedua di Hari yang Sama

Namun meskipun ada peringatan itu, pihak berwenang tidak bisa melihat tanda-tanda atau menemukan bukti yang memungkinkan mereka menghentikan penembakan massal di Highland Park, pada parade 4 Juli di kota Illinois yang menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 30 lainnya.

Baca juga: Kisah Berakhir Duka, Pria Tua dan Guru Ingin Kunjungi Keluarga Malah Jadi Korban Penembakan Chicago

"Penembakan itu tampaknya benar-benar acak," kata Chris Covelli, juru bicara kantor sheriff Lake County, kepada wartawan, Selasa (5/7/2022), dikutip VOA.

"Kami tidak memiliki informasi yang pada saat ini menunjukkan bahwa serangan itu bermotivasi rasial, dimotivasi oleh agama atau status yang dilindungi lainnya," lanjutnya.

Meski demikian para penyelidik mendapati jejak bukti, sebagian besar di media sosial, yang menunjukkan tersangka, Robert Crimo III, 21, mengarah pada kekerasan.

Crimo, musisi berbakat dengan nama panggung Awake the Rapper, baru-baru ini memposting video dan lagu, sebagian sinis dan penuh kekerasan, di situs-situs media sosial.

Para pejabat mengatakan Crimo juga dua kali menarik perhatian polisi pada April dan September 2019 karena percobaan bunuh diri dan karena mengancam anggota keluarga.

Selain itu, petugas penegak hukum mengatakan tampaknya Crimo merencanakan serangan terhadap parade itu selama berminggu-minggu, membeli senapan, memilih lokasi dan merencanakan pelarian.

Jadi bagaimana sampai aksi Crimo tidak terdeteksi? Beberapa pakar terorisme dan keamanan mengatakan bahwa tersangka tampaknya tidak menganut ideologi apa pun yang mudah dikenali.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini