Share

Polisi Siapkan Tim Khusus Cari Pengasuh Ponpes Diduga Lecehkan Santrinya

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 07 Juli 2022 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 519 2625147 polisi-siapkan-tim-khusus-cari-pengasuh-ponpes-diduga-lecehkan-santrinya-zTOX4eQeiI.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

BANYUWANGI - Pengasuh pondok pesantren (Ponpes) yang tersangkut kasus dugaan pelecehan masih belum tertangkap. Terduga pelaku berinisial FZ itu pun kini belum diketahui keberadaannya usai pemanggilan beberapa kali kepada yang bersangkutan.

Bahkan kepolisian yang mendatangi rumahnya tak menemukan keberadaan FZ. Hal ini membuat kepolisian menilai pengasuh Ponpes yang juga mantan anggota dewan tak kooperatif dalam menjalani pemeriksaan kasus yang menjeratnya.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarna Praja pun langsung bertindak dengan menyiapkan tim khusus untuk mencari dan melakukan penjemputan paksa kepada FZ. Tim bernama Macan Blambangan diproyeksikan menjadi bagian dari penyelidikan perkara hukum yang menjerat FZ.

"Kita sudah terjunkan tim khusus untuk melakukan pencarian maupun penjemputan paksa terhadap FZ. Kita sudah mencari di rumahnya, tapi yang bersangkutan tidak ada," kata Agus Sobarna, saat ditemui MNC Portal, pada Kamis pagi (7/7/2022).

Agus menargetkan, tim Macan Blambangan tak hanya mencari FZ demi memeriksanya. Namun juga mencari data - data dan bukti lainnya terkait dugaan pencabulan enam santriwati di Ponpes yang berada di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

"Investigasi kita lakukan untuk memastikan aksi pencabulan ataupun pemerkosaan yang menimpa korban benar-benar dilakukan oleh Fz," tegasnya.

Sejauh ini pihaknya telah melakukan upaya humanis dengan melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan sebagai saksi terlapor. Namun dalam 2 kali panggilan FZ tidak pernah hadir dan tidak memberikan keterangan apapun.

"Kita sudah meminta secara baik-baik, ternyata Fz memang sudah tidak kooperatif dalam kasus ini," ujarnya.

Kendati demikian, saat ini status FZ masih terlapor. Bila alat bukti dan barang bukti yang dikumpulkan sudah cukup, maka status Fz bakal dinaikkan menjadi tersangka. "Tim yang diterjunkan inilah yang bertugas mengumpulkan alat bukti dan barang bukti, agar segera lengkap," tandasnya.

Sebelumnya dugaan pencabulan terbongkar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Kepolisian melalui Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan dugaan pemerkosaan dan pencabulan yang terjadi di Ponpes tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Bahkan ia menyatakan, korban telah melapor sejak seminggu lalu dan tengah dalam pendampingan tim psikolog imbas trauma yang dialaminya. Polisi sendiri elah memeriksa sejumlah saksi dan telah mengumpulkan bukti-bukti. Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.

Polisi telah melayangkan surat pemanggilan pada pimpinan ponpes berinsial Fz terlapor kasus pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan kepada 6 santri.

Pemanggilan pertama dijadwalkan pada Selasa 28 Juni 2022 dan pemanggilan kedua dijadwalkan pada Jumat 1 Juli 2022. Pada dua kali pemanggilan itu pria yang juga mantan anggota DPRD Banyuwangi itu.

Sebagi upaya untuk mengungkap kasus itu, polisi selanjutnya mengambil tindakan tegas dengan menerbitkan surat penjemputan paksa. Dengan harapan Fz dapat dikorek informasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini