Share

Puluhan Kota China Dilanda Suhu Panas Ekstrem, Lelehkan Atap dan Jalan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 12 Juli 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 18 2628210 puluhan-kota-china-dilanda-suhu-panas-ekstrem-lelehkan-atap-dan-jalan-pi9LxRsoxE.jpg Seorang wanita menutup kepalanya dengan handuk di hari yang panas di Shanghai, China, 11 Juli 2022. (Foto: Reuters)

BEIJING – Puluhan di China terpanggang dalam suhu yang sangat menyengat saat gelombang panas melelehkan atap bangunan dan jalan yang tertekuk serta cuaca yang terik mendorong orang untuk mencari kesejukan di tempat perlindungan serangan udara bawah tanah.

Pada Selasa (12/7/2022) sekira pukul 11:00 68 kota - termasuk Shanghai dan Nanjing di dekatnya - telah mengeluarkan peringatan merah, yang tertinggi dalam sistem peringatan gelombang panas tiga tingkat, memperkirakan suhu lebih dari 40 derajat Celcius selama 24 jam berikutnya.

Shanghai, yang masih memerangi wabah Covid-19 sporadis, memperingatkan 25 juta penduduknya untuk bersiap menghadapi cuaca panas minggu ini. Sejak pencatatan dimulai pada 1873, Shanghai hanya memiliki waktu 15 hari dengan suhu di atas 40 derajat Celcius.

Sebuah foto yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan seorang penguji COVID dalam setelan hazmat seluruh tubuh memeluk balok es setinggi satu meter di tepi jalan. Di taman margasatwa Shanghai yang luas, stafnya harus menghabiskan delapan ton es sehari hanya untuk menjaga hewannya tetap dingin.

“Tahun ini, cuaca panas datang sedikit lebih awal dari sebelumnya,” kata Zhu Daren, seorang warga Shanghai, saat putranya yang berusia lima tahun bermain di air mancur.

"Meskipun baru Juli, saya merasa (cuaca hangat) sudah mencapai titik tertinggi. Pada dasarnya, Anda perlu menyalakan AC ketika Anda pulang dan memakai tabir surya ketika Anda keluar," tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Cuaca Panas Hingga 47 Derajat Celcius, Warga Jepang 'Bisa Meninggal Jika Tidak Hidupkan AC'

China menghadapi musim panas yang kontras tahun ini, dengan gelombang panas dan hujan lebat bergantian mendatangkan malapetaka di seluruh negeri. Pihak berwenang, mengutip alasan perubahan iklim, telah memperingatkan potensi bencana cuaca mulai pertengahan Juli, yang secara tradisional merupakan waktu terpanas dan terbasah tahun ini.

Di sebuah kota di Provinsi Jiangxi selatan, bagian jalan melengkung setidaknya 15 sentimeter karena panas, televisi pemerintah menunjukkan.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Nanjing, salah satu dari tiga "tungku" China yang terkenal karena musim panasnya yang membakar, telah membuka tempat perlindungan serangan udara bawah tanah untuk penduduk sejak Minggu (10/7/2022), dengan bunker masa perangnya yang dilengkapi dengan WiFi, buku, dispenser air, dan bahkan oven microwave. Kota itu mengeluarkan peringatan merah pada Selasa.

Di Chongqing, "tungku" kedua, atap salah satu museumnya benar-benar meleleh, dengan genteng atap tradisional Tiongkok bermunculan saat panas melarutkan ter di bawahnya. Kota itu menaikkan peringatan merah pada Senin.

Chongqing juga mengerahkan truk penyemprot air sanitasi untuk menjaga jalannya tetap dingin.

Minggu ini, suhu tinggi, kelembaban dan radiasi ultra-violet juga diperkirakan menyelimuti pusat kota Wuhan, tungku ketiga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini