Share

Cemburu Buta, Wanita Ini Sewa Pembunuh Bayaran Bunuh Orang yang Kencan dengan Bosnya

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 22 Juli 2022 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 18 2633776 cemburu-buta-wanita-ini-sewa-pembunuh-bayaran-bunuh-orang-yang-kencan-dengan-bosnya-ZiE3QYR93J.jpg Wanita muda sewa pembunuh bayaran untuk membunuh rekan kerjanya agar tidak menjalin cinta dengan bos mereka (Foto: Facebook)

INGGRIS - Seorang wanita muda asal Inggris dituduh mencoba menyewa seorang pembunuh bayaran di situs gelap (dark web) untuk membunuh rekan kerja dan saingan cintanya sehingga dia tidak menjalin cinta dengan bos mereka.

 Whitney Franks, 26, diduga mencoba membunuh rekan kerja wanita karena dia memulai hubungan romantis dengan bos mereka. Franks dilaporkan mulai bekerja di toko Sports Direct di Milton Keynes pada 2015, setahun setelah manajer toko, James Prest, mengambil alih cabang tersebut.

Pada 2016, keduanya terlibat asmara, terlepas dari kenyataan bahwa Perst memiliki pasangan jangka panjang dan merupakan ayah dari dua anak.

Baca juga: Perempuan AS Gunakan Dana Bantuan Covid-19 untuk Sewa Pembunuh Bayaran

Kisah cinta mereka mulai berjalan tak biasa ketika pada 2017, ada wanita lain, Ruut Ruutna bergabung dengan toko. Pada 2018, Perst dan Ruutna juga memulai perselingkuhan, yang tidak dapat diterima oleh Franks. Pada tahun yang sama, dia meninggalkan toko Milton Keynes untuk bergabung dengan cabang Sports Direct lain di Bletchley terdekat, tetapi kecemburuan itu tidak pernah berhenti.

Baca juga: Wanita Ini Dihukum Penjara 9 Tahun Usai Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Mantan Suami

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa pada 2020, James Perst sering meninggalkan pasangan jangka panjang dan anak-anaknya di rumah mereka untuk mengunjungi rumah Ruutna, dan entah bagaimana Franks mengetahui hal tersebut.

Suatu hari, dia datang ke toko Milton Keynes dan menuduh kekasih lamanya tentang hal itu. Hal ini membuat jaksa percaya bahwa dia pasti menguntitnya. Keduanya pun mulai menghindar dan tidak bicara satu sama lain.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

“Saya bisa memberi Anda seluruh dunia James, jika Anda bisa memberi saya kesempatan, saya pikir Anda bisa menjadi yang paling bahagia yang pernah Anda alami dalam hidup Anda. Saya benar-benar bersungguh-sungguh,” tulis Franks dalam email kepada Prest, yang menunjukkan bahwa dia masih mencintainya bertahun-tahun setelah dia meninggalkan toko Milton Keynes, dikutip Oddity Central.

“Saya harap Anda baik-baik saja di dalam dan luar. Saya mencoba menghilangkan kecemasan saya. Saya telah menemukan beberapa hal yang dapat membantu, jadi saya akan mencobanya,” lanjutnya.

Sehari setelah Franks menulis email di atas, seorang jurnalis BBC yang menyelidiki situs gelap yang memberi tahu polisi tentang posting mengerikan yang mereka temui. Situs web ini digunakan untuk meminta semua jenis kejahatan, dari transaksi narkoba hingga penjualan dan pembelian data yang diperoleh secara ilegal, tetapi ini adalah permintaan untuk pembunuh bayaran.

“Saya mencari pembunuhan seorang wanita. Saya memiliki 1.000 poundsterling (Rp18 juta) dan saya bersedia membayar lebih. Wanita ini telah menyebabkan banyak masalah bagi saya dan orang lain. Tolong bisakah Anda membantu menyelesaikan ini,” bunyi tulisan itu. Di dalam email itu juga tertera nama dan alamat korban, Ruut Ruutna.

Polisi mencari Ruutna dan membawanya ke rumah persembunyian demi keselamatannya sendiri. Saat diatanya apakah dia tahu siapa yang ingin membunuhnya. Ruutna mengaku memiliki firasat tentang orang itu.

Alhasil, Franks pun ditangkap pada 10 September 2020, dan selama interogasi mengakui bahwa dia telah memposting permintaahn pembunuhan bayaran di situs gelap itu.

“Dalam sebuah wawancara polisi, dia mengaku melihat situs web secara umum, dan sebuah pop-up muncul, yang dia klik dan membawanya ke web gelap. Keingintahuannya menguasai dirinya dan situs gelap itu menawarkan obat-obatan, senjata dan pembunuhan,” tulis jaksa.

“Dia tidak percaya situs web seperti itu ada dan itu pasti scam. Dia ingin memeriksa apakah itu penipuan,” ujarnya.

Penjelasan wanita itu gagal meyakinkan penuntut, yang menegaskan bahwa kecemburuan dan obsesi Franks yang merajalela kepada Perst mendorongnya untuk membayar seseorang agar saingan cintanya terbunuh.

“Mereka bukan hanya rekan kerja tetapi saingan cinta bagi Perst dan keduanya terlibat asmara dengannya pada saat yang sama. Keduanya tahu Perst memiliki pasangan jangka panjang dengan dua anak kecil,” ungkapnya.

“Mereka tidak peduli tentang itu, tetapi khawatir tentang satu sama lain. Mereka berdua tahu bahwa Perst tidak siap untuk meninggalkan pasangan jangka panjangnya atau anak-anak mereka,” lanjutnya.

Franks terus menyangkal tuduhan pembunuhan. Persidangannya pun masih terus digelar hingga saat ini.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini