Share

Gempa M7,1 Guncang Filipina, Pasien Rumah Sakit Dievakuasi Akibat Lubang Menganga

Susi Susanti, Okezone · Rabu 27 Juli 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 18 2637053 gempa-m7-1-guncang-filipina-pasien-rumah-sakit-dievakuasi-akibat-lubang-menganga-dU34yQzf1Y.jpg Gempa M7,1 guncang Filipina (Foto: Twitter)

MANILAGempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang pulau Luzon di Filipina pada Rabu (27/7/2022). Akibatnya sebuah rumah sakit dan bangunan rusak parah di provinsi utara. Gempa ini juga terasa hingga ibu kota, Manila.

Tidak ada laporan segera mengenai cedera serius atau kematian akibat gempa, yang melanda sekitar 11 km (enam mil) tenggara kota Dolores dan pada kedalaman dangkal 10 km (6 mil).

Para pejabat mengatakan sebuah rumah sakit di provinsi Abra dievakuasi setelah sebagian bangunan runtuh setelah gempa, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.

Gubernur Abra Joy Bernos memposting foto rumah sakit provinsi Abra yang rusak di akun Facebook-nya yang menunjukkan lubang menganga di fasad pintu masuk depan. Foto-foto lain menunjukkan tempat tidur rumah sakit, termasuk satu dengan pasien, didorong ke seberang jalan dan mengevakuasi staf rumah sakit.

"Kami masih mengalami gempa susulan. Kami telah menerima laporan kerusakan rumah. Tapi sejauh ini tidak ada korban jiwa," kata Walikota Rovelyn Villamor di kota Lagangilang di provinsi Abra, dikutip Reuters.

 Baca juga: Gempa M7,1 Guncang Filipina, Presiden Perintahkan Operasi Penyelamatan dan Bantuan

"Kami tidak memiliki catu daya karena itu secara otomatis terputus karena bahaya," lanjutnya kepada radio DZRH.

Baca juga:  Breaking News! Gempa M7,1 Guncang Filipina, Kaca Gedung Hancur Berantakan

Renato Solidum, direktur badan seismologi negara, mengatakan kepada stasiun radio DZRH, mengatakan gempa susulan yang kuat diperkirakan terjadi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Fokus perhatian ada di Abra dan provinsi-provinsi terdekat. Ini adalah gempa bumi besar," ujarnya, seraya menambahkan bahwa tanah longsor telah dilaporkan di beberapa bagian Abra, khususnya di kota Manabo.

Abra, rumah bagi hampir 250.000 orang, adalah provinsi yang terkurung daratan di Filipina utara. Lembah-lembahnya yang dalam dan bukit-bukitnya yang landai dikelilingi oleh pegunungan yang terjal.

Eric Singson, seorang anggota kongres di provinsi Ilocos Sur, di utara, mengatakan kepada stasiun radio DZMM bahwa gempa terasa kuat di sana.

"Gempa bumi berlangsung 30 detik atau lebih. Saya pikir rumah saya akan runtuh," terangnya.

"Sekarang, kami mencoba menjangkau orang-orang. Saat ini ada gempa susulan sehingga kami berada di luar rumah kami,” lanjutnya.

Gempa juga terasa di Manila di mana beberapa bangunan dievakuasi. Beberapa orang terpaksa mengungsi dari lantai 30 satu gedung, dan sistem kereta bawah tanah kota dihentikan pada jam-jam sibuk.

Seperti diketahui, Filipina rentan terhadap bencana alam dan terletak di "Cincin Api" Pasifik yang aktif secara seismik, sekelompok gunung berapi dan garis patahan yang melingkari tepi Samudra Pasifik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini