Share

Total 116 Hektare Lahan di OKI Kebakaran Sejak Awal Tahun

Dede Febriansyah, MNC Portal · Rabu 03 Agustus 2022 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 610 2641196 total-116-hektare-lahan-di-oki-kebakaran-sejak-awal-tahun-QWyfyXzwFP.jpg Kebakaran hutan dan lahan di OKI sejak awal tahu capai ratusan hektare (Foto : Istimewa)

OKI - Seluas 116 hektare lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terbakar sejak awal tahun hingga saat ini. Bahkan, kebakaran di wilayah tersebut menjadi penyumbang kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Balai Wilayah Sumatera Daops Manggala Agni Daops XVII/OKI, Candra Irfansyah mengatakan, hingga saat ini sudah sebanyak 116 hektare lahan yang hangus terbakar. Rata-rata lahan yang terbakar merupakan wilayah gambut dengan vegetasi ilalang, semak belukar, dan tanah mineral.

"Berdasarkan data yang sudah kita himpun dari analisa citra satelit dan validasi lapangan untuk Kabupaten OKI sampai dengan akhir bulan Juli 2022 ini, luas kebakaran lahan mencapai 116 hektare. Sedangkan untuk kategori kebun belum ada yang terbakar," ujarnya, Rabu (3/8/2022).

Melihat tingginya angka potensi kebakaran lahan di wilayah tersebut, lanjut Candra, pihaknya telah mengambil langkah untuk tetap fokus dari segi pencegahannya.

"Sesuai anjuran yang diterima, tentunya kami fokus pada pencegahan dengan patroli rutin dan mandiri. Diharapkan dengan giat patroli secara intensif kita bisa mendeteksi secara dini apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan," ungkapnya.

Selain itu, kata Candra, Manggala Agni juga telah menyiagakan empat regu yang terdiri dari 60 personel. Semua personel siap untuk melakukan upaya-upaya pengendalian karhutla, serta berkoordinasi secara intensif dengan personil TNI, Polri, BPBD dan melibatkan masyarakat peduli api (MPA) di desa rawan.

"Sejak Februari kemarin, kita sudah melakukan patroli di lapangan. Saat ini sudah menetapkan lima lokasi sasaran patroli yaitu Kecamatan Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Sungai Menang, Jejawi dan Pedamaran Timur," ungkapnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Candra juga mengharapkan kepada masyarakat di tingkat desa agar bersama-sama melihat kondisi, agar lebih waspada membuang sisa rokok atau api di lokasi kerja.

"Saat ini sudah mulai masuk kemarau ditandai dengan berkurangnya curah hujan. Kekeringan di lahan gambut relatif lebih tinggi dan bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini