Padahal, kata Dwikorita, kenaikan suhu saat ini sudah mencapai 1,1 derajat Celcius. “Dan kami mencatat kejadian cuaca ekstrem itu frekuensinya semakin meningkat ya, jadi meningkatkan dan durasinya semakin panjang dan intensitasnya semakin tinggi. Itu baru 1,1 derajat Celcius kenaikan dibandingkan tahun 1900.”
“Nah, kalau sampai 3 derajat Celcius bahkan lebih, kami belum sama membayangkan bagaimana frekuensi cuaca ekstrem itu,” paparnya.
Baca juga: Akibat Perubahan Iklim, Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering Bisa Terjadi Bersamaan
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.