Share

PBB Kecam Pembunuhan 'Tidak Masuk Akal' Terhadap Anak-Anak Palestina, Jumlah Korban Capai 37 Anak

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 12 Agustus 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 18 2646684 pbb-kecam-pembunuhan-tidak-masuk-akal-terhadap-anak-anak-palestina-jumlah-korban-capai-37-anak-OkEkpSCQQG.jpg 37 Anak-anak Palestina meninggal akibat serangan Israel (Foto: AFP)

JENEWA - Kepala Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) memberikan peringatan pada Kamis (11/8/2022) tentang jumlah anak-anak Palestina yang tewas dan terluka bulan ini dan menuntut mereka yang bertanggung jawab.

"Menyakiti anak mana pun selama konflik sangat mengganggu," terang Michelle Bachelet, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, dalam sebuah pernyataan, dikutip CNA.

"Pembunuhan dan melukai begitu banyak anak tahun ini tidak masuk akal,” lanjutnya.

Baca juga: Serangan Balasan Israel ke Gaza, 10 Orang Meninggal Termasuk Pemimpin Kelompok Militan dan 75 Terluka

Diketahui, pekan lalu terjadi konflik intens antara Israel dan militan Jihad Islam di daerah kantong Palestina yang padat penduduknya di Gaza selama tiga hari.

Serangan udara dan artileri Israel menargetkan posisi kelompok Jihad Islam yang didukung Iran.

Baca juga: Kisah Anak-anak yang Tewas Akibat Konflik Palestina-Israel, 'Mereka Sudah Sangat Menderita'

Kantor Bachelet mengatakan 19 anak Palestina telah tewas di wilayah Palestina dalam kerusuhan baru-baru ini, menjadikan jumlah total tahun ini menjadi 37 anak.

Korban anak terbaru adalah Liyan al-Shaer yang berusia 10 tahun, yang meninggal di sebuah rumah sakit Yerusalem pada Kamis (11/8/2022) karena luka di kepala yang dideritanya dalam putaran terakhir kekerasan Gaza.

"Dalam sejumlah insiden, anak-anak adalah mayoritas korban," terang kantor Bachelet.

"Meluncurkan serangan yang mungkin diharapkan untuk secara tidak sengaja membunuh atau melukai warga sipil, atau merusak objek sipil, dengan cara yang tidak proporsional dengan keuntungan militer yang nyata dan langsung diantisipasi, dilarang," lanjutnya.

"Serangan seperti itu harus dihentikan,” ujarnya.

Kantor Bachelet mengatakan bahwa kelompok bersenjata Palestina meluncurkan ratusan roket dan mortir dalam serangan membabi buta, menyebabkan korban sipil dan kerusakan objek sipil di Israel dan Gaza. Serangan ini juga dinilai melanggar hukum humaniter internasional,

Bachelet menyerukan penyelidikan atas semua insiden di mana ada orang yang terbunuh atau terluka.

"Kurangnya akuntabilitas hampir total tetap ada di wilayah Palestina yang diduduki," katanya.

“Baik untuk pelanggaran hukum humaniter internasional oleh semua pihak dalam permusuhan di Gaza, atau untuk pelanggaran berulang Israel terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum pendudukan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur,” pungkasnya.

Tujuh belas anak tewas selama konflik Gaza dari 5 hingga 7 Agustus. Sedangkan dua lagi meninggal pada Selasa (9/8/2022) dalam operasi penegakan hukum Israel di Tepi Barat.

OHCHR mengatakan bahwa di antara 48 warga Palestina yang tewas dalam konflik Gaza pekan lalu, setidaknya ada 22 warga sipil. Mereka termasuk 17 anak. Dari 360 warga Palestina yang dilaporkan terluka, hampir dua pertiganya adalah warga sipil, termasuk 151 anak-anak.

Kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan pada Kamis (11/8/2022) tiga anak Gaza menggunakan sistem pendukung kehidupan di sebuah rumah sakit di Yerusalem timur yang dicaplok Israel.

Sementara itu, Israel bersikeras bahwa beberapa kematian warga sipil termasuk anak-anak dibunuh oleh roket Jihad Islam yang gagal atau salah tembak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini