JENEWA - Kepala Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) memberikan peringatan pada Kamis (11/8/2022) tentang jumlah anak-anak Palestina yang tewas dan terluka bulan ini dan menuntut mereka yang bertanggung jawab.
"Menyakiti anak mana pun selama konflik sangat mengganggu," terang Michelle Bachelet, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, dalam sebuah pernyataan, dikutip CNA.
"Pembunuhan dan melukai begitu banyak anak tahun ini tidak masuk akal,” lanjutnya.
Diketahui, pekan lalu terjadi konflik intens antara Israel dan militan Jihad Islam di daerah kantong Palestina yang padat penduduknya di Gaza selama tiga hari.
Serangan udara dan artileri Israel menargetkan posisi kelompok Jihad Islam yang didukung Iran.
Baca juga: Kisah Anak-anak yang Tewas Akibat Konflik Palestina-Israel, 'Mereka Sudah Sangat Menderita'
Kantor Bachelet mengatakan 19 anak Palestina telah tewas di wilayah Palestina dalam kerusuhan baru-baru ini, menjadikan jumlah total tahun ini menjadi 37 anak.
Korban anak terbaru adalah Liyan al-Shaer yang berusia 10 tahun, yang meninggal di sebuah rumah sakit Yerusalem pada Kamis (11/8/2022) karena luka di kepala yang dideritanya dalam putaran terakhir kekerasan Gaza.
"Dalam sejumlah insiden, anak-anak adalah mayoritas korban," terang kantor Bachelet.