Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerkosaan di dalam Pernikahan yang Membuat Trauma Perempuan Mesir, Dipukul dan Diborgol

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 10 September 2022 |05:00 WIB
Pemerkosaan di dalam Pernikahan yang Membuat Trauma Perempuan Mesir, Dipukul dan Diborgol
Ilustrasi/ Foto: BBC
A
A
A

Keyakinan itu, sambung Danbouki, didasari pada tafsir agama yang menggolongkan perempuan sebagai "pendosa" dan "dikutuk malaikat sepanjang malam" jika menolak berhubungan seks dengan suaminya.

 BACA JUGA:Silsilah Keturunan Nabi Muhammad SAW

Guna menuntaskan perdebatan ini, Dar al-Ifta selaku lembaga yang berwenang mengeluarkan fatwa di Mesir, merilis pernyataan:

"Jika suami menggunakan kekerasan untuk memaksa istrinya berhubungan seks, sang suami adalah pendosa dan sang istri punya hak untuk ke pengadilan dan mengajukan tuntutan agar sang suami dihukum."

Meski pernyataan itu telah dilontarkan, Pusat Bantuan dan Kesadaran Hukum untuk Perempuan masih mencatat 200 kasus pemerkosaan dalam pernikahan selama dua tahun terakhir. Sebagian kasus itu disebabkan apa yang dikenal sebagai "ketakutan malam pertama", kata Danbouki.

Hukum di Mesir tidak menggolongkan pemerkosaan dalam pernikahan sebagai tindak pidana, padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengategorikan tindakan itu sebagai bentuk kekerasan seksual.

Pengadilan pun sulit membuktikannya. Sebagian besar kasus dugaan pemerkosaan dalam pernikahan di pengadilan tidak berujung pada vonis hukuman akibat Pasal 60 Kitab Hukum Pidana Mesir.

"Aturan dalam Hukum Pidana tidak diterapkan pada perbuatan yang dilakukan dalam iktikad baik, yang haknya telah ditentukan dalam hukum Syariah," sebut pasal itu.

 BACA JUGA:Permohonan Perlindungan Kekerasan Seksual dan Anak Naik 2 Kali Lipat pada 2021

Akan tetapi, Danbouki berargumen, pemerkosaan dalam pernikahan bisa dibuktikan dengan "memeriksa seluruh tubuh guna mencari lecet, cedera pada bagian luar. Luka di sekitar tubuh harus dicari, begitu pula dengan pergelangan tangan".

Perubahan kerap lambat terjadi di Mesir lantaran nilai-nilai konservatif masih mendominasi. Namun, bagi para korban pemerkosaan dalam pernikahan, suara mereka mulai didengar.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement