Share

Palestina Marah, Inggris Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 24 September 2022 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 18 2674255 palestina-marah-inggris-akan-pindahkan-kedubesnya-ke-yerusalem-VGGECwvhxS.jpg PM Inggris Liz Truss dan PM Israel Yair Lapid (Foto: PA Media)

PALESTINA - Palestina menyebut proposal dari Inggris untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional".

PM Inggris Liz Truss telah memberi tahu rekannya Israel, PM Israel Yair Lapid, tentang rencana itu saat berada di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU PBB).

Lapid mencuitkan terima kasihnya kepada Truss karena "secara positif mempertimbangkannya".

Dia menggambarkan Truss sebagai "teman baiknya", menulis dalam bahasa Ibrani setelah keduanya bertemu di Majelis Umum PBB di New York.

Baca juga: Kemenlu RI: Dubes Inggris Akan Sampaikan Kekecewaan Indonesia Soal Pengibaran Bendera LGBT Ke London

Dikutip BBC, Downing Street belum memberikan indikasi kapan pemindahan itu akan terjadi tetapi telah mengkonfirmasi bahwa tinjauan sedang berlangsung.

Baca juga: Israel Selama 60 Tahun Menggali Bawah Tanah Masjidil Aqsa, untuk Apa?

Pejabat Inggris mengatakan mereka tidak akan berspekulasi tentang hasilnya, dan menambahkan jika Truss menyadari sensitivitas dan pentingnya lokasi kedutaan Inggris di Israel.

Langkah seperti itu dinilai akan sangat kontroversial. Seperti diketahui, pembukaan kedutaan AS di Yerusalem pada 2018 disambut dengan kemarahan di seluruh dunia Arab.

Di Twitter, Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menulis bahwa "sangat disayangkan" bahwa Truss telah menggunakan penampilan pertamanya di PBB sebagai PM yang "berkomitmen untuk berpotensi melanggar hukum internasional".

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia mengatakan setiap langkah kedutaan akan menjadi "pelanggaran terang-terangan" dari "tanggung jawab bersejarah Inggris", merusak solusi dua negara dari negara Palestina yang independen bersama Israel untuk konflik Israel-Palestina.

"Janji seperti itu tidak bermoral, ilegal dan tidak bertanggung jawab!," terangnya.

Sampai sekarang, Inggris - seperti kebanyakan negara lain - telah mempertahankan kedutaannya di Tel Aviv, daripada di Yerusalem yang diperebutkan dengan sengit, menyatakan bahwa keduataan hanya boleh pindah ke Kota Suci setelah kesepakatan perdamaian terakhir antara Israel dan Palestina.

Inggris sendiri diketahui memiliki konsulat di Yerusalem Timur. Truss dilaporkan mengangkat gagasan untuk memindahkan kedutaan selama kampanye kepemimpinan konservatif baru -baru ini.

Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel untuk memenuhi janji kampanyenya, hal itu lanngsung menuai kecaman internasional. Ini juga menyebabkan suar dalam kekerasan di mana lusinan warga Palestina terbunuh oleh pasukan Israel.

Pada saat itu, PM Inggris, Theresa May, mengkritik tindakan AS.

Satu -satunya negara yang sejak itu mengikuti contoh Trump dengan memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem adalah Honduras, Guatemala dan Kosovo.

Sementara itu, meski Presiden AS Joe Biden telah memperbarui komitmen Washington untuk solusi dua negara, namun AS belum mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Seperti diketahui, status Yerusalem adalah salah satu masalah paling sulit dalam konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade.

Israel melihat seluruh kota sebagai ibu kota abadi dan tidak terbagi. Sedangkan warga Palestina mengklaim bagian timur sebagai ibu kota negara mereka yang diharapkan untuk masa depan.

Yerusalem Timur, bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza, direbut Israel dari Yordania dan Mesir pada Perang Timur Tengah 1967 dan sejak itu dipandang secara internasional sebagai wilayah Palestina yang diduduki.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini