Share

Presiden Korsel Bantah Hina Biden, Klaim Tidak Punya Alasan Mengumpat

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 24 September 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 24 18 2674260 presiden-korsel-bantah-hina-biden-klaim-tidak-punya-alasan-mengumpat-3oHyl2pOoO.jpg Presiden AS Joe Biden dan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol (Foto: AFP)

SEOUL - Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol membantah telah menghina Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Kongres AS dalam pernyataan yang dibuat setelah bertemu Biden pekan lalu di New York.

Seperti diketahui, Yoon terekam sebuag mikrofon dan terlihat di kamera tampaknya menyebut anggota parlemen AS dengan kata Korea yang dapat diterjemahkan sebagai "idiot" atau suatu kata yang jauh lebih kasar. Rekaman itu dengan cepat menjadi viral di Korea Selatan.

Namun juru bicaranya mengatakan dia tidak punya alasan untuk berbicara tentang AS atau mengumpat ke Biden.

Baca juga:  Presiden Korsel 'Ketahuan' Mengumpat Biden Usai Mengobrol, Tuai Kecaman Warganet

Pernyataan umpatan itu disebut-sebut terjadi sebagai bagian dari percakapan tentang renacan Biden untuk meningkatkan kontribusi AS pada inisiatif global yang dikenal sebagai Dana Global, yang akan memerlukan persetujuan kongres.

 Baca juga: Yoon Suk-Yeol Terpilih Jadi Presiden Korea Selatan

"Bagaimana mungkin Biden tidak kehilangan muka jika (sumpah serapah) itu tidak lolos di Kongres?," kata Yoon kepada para pembantunya setelah itu, dikutip BBC.

Juru bicara kepresidenan Kim Eun-hye mengatakan di New York pada Kamis (22/9/2022) bahwa Yoon tidak benar-benar menyebut nama Biden, tapi suatu kata yang terdengar sama dalam bahasa Korea. Namun Presiden mengacu pada parlemen Korea Selatan, bukan Kongres AS.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kendati demikian, banyak yang tidak yakin dengan pembelaan pemerintah. Seorang anggota parlemen oposisi mengatakan itu seperti memberi tahu orang Korea bahwa mereka "tunarungu".

Yoon adalah mantan jaksa yang baru masuk politik tahun lalu dan memenangkan pemilihan presiden awal tahun ini dengan selisih kurang dari 1%.

Dia dikenal rentan terhadap kesalahan dan telah berjuang dengan peringkat persetujuan yang rendah segera setelah terpilih.

Dia juga menuai kritik karena gagal menghadiri upacara persemayaman Ratu Elizabeth II ada hari pertamanya di London, yang mengalahkan masalah lalu lintas yang padat.

Tahun lalu, dia harus menarik kembali komentarnya bahwa Presiden otoriter Chun Doo-hwan, yang bertanggung jawab atas pembantaian pengunjuk rasa pada 1980, adalah "orang yang cerdik dalam politik".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini