Share

Topan Super Noru Hantam Filipina, Tewaskan Setidaknya 5 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 26 September 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 18 2675122 topan-super-noru-hantam-filipina-tewaskan-setidaknya-5-orang-F8nTfGauUH.jpg Warga berjalan menembus banjir saat Topan Noru di San Miguel, Provinsi Bulacan, melanda Filipina, 26 September 2022. (Foto: Reuters)

MANILA - Lima pekerja penyelamat di Filipina tewas dalam bencana angin topan yang menyebabkan rumah terendam banjir dan jutaan orang tanpa listrik.

Kelima korban hanyut dalam banjir bandang saat melakukan operasi di distrik San Miguel, utara ibu kota Manila.

Distrik itu termasuk di antara yang terkena dampak Topan Noru, dengan beberapa penduduk terlihat terdampar di atap mereka, sementara yang lain mengarungi air yang berserakan sampah setinggi dada, berusaha untuk memberikan persediaan.

Topan menyebabkan angin dengan kecepatan hingga 240 km per jam di Luzon, di mana lebih dari setengah dari 110 juta penduduk negara itu tinggal.

Noru, yang dikenal secara lokal sebagai Topan Karding, pertama kali mendarat sebagai topan super, tetapi kemudian melemah pada pukul 20:20 waktu setempat pada Minggu, (25/9/2022). Diperkirakan akan meninggalkan Filipina pada Senin, (26/9/2022) malam.

Di San Vincente, sebuah desa di San Miguel, seorang pria terlihat melakukan upaya ssia-sia mencoba membersihkan air dari pintunya. Yang lain, berdiri di atas atap rumahnya, berteriak bahwa para pemimpin negara itu perlu "fokus pada perubahan iklim".

Banjir di desa tersebut mencapai puncaknya sekira pukul 04:00 pagi, dan air dikatakan sudah surut.

Lebih dari 74.000 orang telah dievakuasi dari jalur topan, dan para pejabat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tentang "banjir serius" di daerah-daerah ibu kota, Manila.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Namun sejauh ini belum ada laporan kerusakan parah atau korban jiwa yang meluas.

"Saya pikir kita mungkin beruntung, setidaknya kali ini," kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. saat briefing pada Senin, sebagaimana dilansir BBC. "Saya pikir jelas dari apa yang kami lakukan dua hari terakhir ini, sangat, sangat penting, adalah persiapan," tambahnya.

"Ini Belum selesai. Saya pikir titik ketika kita bisa mundur adalah ketika mayoritas pengungsi sudah kembali ke rumah mereka," katanya.

Marcos telah memerintahkan agar pasokan diangkut melalui udara dan peralatan pembersihan diberikan kepada masyarakat yang paling terkena dampak.

Di Provinsi Quezon, di sebelah timur Manila, para nelayan sebelumnya telah dicegah untuk melaut, dan ada laporan bahwa beberapa daerah tidak mendapat aliran listrik.

Penerbangan dan layanan feri telah dibatalkan. Di Luzon, Presiden Marcos menangguhkan semua pekerjaan pemerintah dan kelas sekolah juga dibatalkan.

Di kotamadya Dingalan, timur laut Manila dan di pantai Pasifik, penduduk terpaksa mencari perlindungan.

Perdagangan di bursa saham negara itu juga akan ditangguhkan pada Senin dan Marcos memperingatkan bahwa kementerian energi telah menempatkan kewaspadaan tinggi pada semua industri yang berhubungan dengan energi di daerah tersebut.

Filipina, negara kepulauan dengan lebih dari 7.000 pulau di Samudra Pasifik, sangat rentan terhadap badai. Negara itu melihat rata-rata 20 badai tropis setiap tahunnya.

Diperkirakan 400 orang tewas ketika Topan Rai melanda negara itu pada Desember 2021, dengan tim penyelamat menggambarkan adegan "pembantaian total".

Dan pada 2013, Topan Haiyan, salah satu badai tropis paling kuat yang pernah tercatat, menewaskan sekitar 6.300 orang.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini