Share

Israel Pasang Senapan Remote Control di Pos Pemeriksaan Kota Palestina

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 29 September 2022 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 18 2677309 israel-pasang-senapan-remote-control-di-pos-pemeriksaan-kota-palestina-t7vSZFOsnj.jpg Senapan yang dikendalikan remote control terlihat di pos penjagaan di Hebron, Palestina. (Foto: Twitter)

HEBRON - Tentara Israel telah memasang menara senjata yang dikendalikan dari jarak jauh di kota Palestina Hebron di Tepi Barat. Militer Zionis mengatakan senjata itu akan digunakan untuk membubarkan kerumunan.

BACA JUGA: AS, Rusia & China Bersaing Bikin Robot Militer Canggih

Senjata, yang tampak seperti dari film fiksi ilmiah, ditempatkan di pos pemeriksaan di Jalan Shuhada, titik protes di kota. Haaretz melaporkan pada akhir pekan. Sistem, yang saat ini sedang diuji, dapat menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru berujung spons, sambil dikendalikan oleh operator jarak jauh.

“Sebagai bagian dari peningkatan persiapan tentara untuk menghadapi orang-orang yang mengganggu ketertiban di daerah itu, mereka sedang memeriksa kemungkinan menggunakan sistem yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menerapkan langkah-langkah penyebaran massa yang disetujui,” kata seorang juru bicara militer kepada surat kabar Israel.

“Ini tidak termasuk kendali jarak jauh dari tembakan langsung,” kata pejabat itu meyakinkan.

BACA JUGA: Aturan Baru Israel Wajibkan Pendatang Baru di Tepi Barat Lapor jika Jatuh Cinta pada Warga Palestina

Namun, ada sejumlah insiden selama beberapa tahun terakhir dari peluru berujung spons, yang dianggap tidak mematikan, menyebabkan cedera serius pada warga Palestina, demikian diwartakan RT.

Senapan jarak jauh itu dirancang oleh Smart Shooter, sebuah perusahaan yang berspesialisasi dalam sistem yang mengikuti dan mengunci target menggunakan pemrosesan gambar berdasarkan kecerdasan buatan, tulis Haaretz.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara pabrikan mengatakan bahwa produknya memberikan akurasi tembakan yang lebih besar, banyak orang Palestina tetap meragukan klaim itu.

Senjata itu telah ditempatkan di daerah padat penduduk, yang berarti bahwa “kegagalan teknologi ini dapat berdampak pada banyak orang,” Issa Amro, seorang aktivis hak asasi manusia dari Hebron, menunjukkan dalam sebuah komentar kepada surat kabar tersebut.

“Saya melihat ini sebagai bagian dari transisi dari kontrol manusia ke teknologi. Kami sebagai orang Palestina telah menjadi objek percobaan dan pelatihan untuk industri teknologi tinggi militer Israel, yang tidak bertanggung jawab atas apa pun yang dilakukannya,” tambah Amro.

Tahun lalu, Israel dilaporkan memperkenalkan teknologi pengenalan wajah di Tepi Barat, sementara juga mulai menyebarkan drone, yang mampu menembakkan gas air mata, selama protes Palestina.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini