Share

Gunung Ciremai Terbakar, 138 Hektare Kawasan Hutan Hangus

Andhika Shaputra, Okezone · Jum'at 30 September 2022 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 525 2678483 gunung-ciremai-terbakar-138-hektare-kawasan-hutan-hangus-B3uA9QN1xF.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

KUNINGAN - Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kabupaten Kuningan, Teguh Setiawan mengatakan, kebakaran yang terjadi pada bulan September 2022 menghanguskan seluas 138 hektare kawasan hutan Gunung Ciremai.

"Total luasan kawasan TN Gunung Ciremai yang terbakar pada bulan September 2022 yaitu 138,34 hektare," kata Teguh seperti dilansir dari Antara, Jumat (30/9/2022).

 BACA JUGA:Sempat Padam, Api Kembali Berkobar di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai

Teguh mengatakan, hutan kawasan TN Gunung Ciremai yang terbakar itu berada di sejumlah titik, seperti di Blok Pejaten, Cileutik, Manguntapa, Erpah, dan lainnya, dengan luasan mencapai 138,34 hektare.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi pada awal bulan tepatnya tanggal 1 September 2022, terjadi di blok Pejaten, dengan luasan 7,25 hektare. Kemudian pada tanggal 25 September 2022 terjadi kebakaran di kawasan Blok Cileutik, dan api sempat dapat dikendalikan oleh tim gabungan.

BACA JUGA:Kawasan Hutan Utara Gunung Ciremai Terbakar 

Tetapi keesokan harinya, kebakaran kembali melanda sehingga membuat petugas kesulitan mengendalikan api, dan membakar kawasan hutan selama empat hari.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Teguh melanjutkan dari Blok Cileutik, api mulai menyebar ke blok Erpah, Situmpuk, hingga 1001 Manguntapa.

"Luasan kawasan yang terbakar pada Blok Cileutik, Erpah, Situmpuk, dan 1001 Manguntapa mencapai 59,65 hektare," ujarnya.

Kemudian kata Teguh, untuk Blok Pejaten, Batu Luhur, Blok Gunung Rangkong, Gibug, dan Kupak Leles, di mana di daerah tersebut terdapat 71,02 hektare kawasan yang terbakar.

Ia menambahkan, kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya secara materi, waktu dan tenaga tapi juga yang lebih penting adanya gangguan fungsi ekologi kawasan TN Gunung Ciremai sebagai menara air yang menghidupi masyarakat Kab Kuningan, Majalengka, Indramayu, dan Cirebon.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dan terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan TN Gunung Ciremai," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini