PEKANBARU - Polisi berhasil menangkap NM (47), warga Seberida Kabupaten Inhu, Riau terkait kasus perakitan bom. Kepada polisi ia mengaku bahwa hal itu dilakukan karena sakit hati.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto mengatakan, motif tersangka merakit bom karena sakit hari kepada warga. Dimana pria paruh baya ini sering menjadi korban bully (korban perundungan).
"Pelaku ini sering dibully karena sikapnya yang dinilai kurang baik di masyarakat. Jadi dia sakit hati," ucap Kombes Sunarto, Rabu (5/10/2022).
BACA JUGA:Densus 88 Turun Tangan, Selidiki Ledakan Bom di Riau Terkait Jaringan Terorisme
Kepada polisi, dia menyebut sering dibully karena penampilannya yang dinilai kumal, tidak pernah bergaul. Pria yang akrab disapa Ocu ini juga sering makan tidak bayar, sehingga membuat warga kesal.
"Tersangka ini dibully karena penampilannya, maaf, ada juga menyebut dia gila. Warga menyebut bahwa sering makan di warung tapi dia tidak pernah bayar sehingga dia dibully," imbuhnya.
BACA JUGA: Ledakan di Riau, Satu Orang Diamankan Polisi
Selain itu, tersangka juga pernah menembak seorang bocah di lingkungannya dengan senapan. Diduga anak tersebut membully tersangka.