Share

Penembakan Massal di Meksiko, Wali Kota dan 17 Orang Meninggal

Susi Susanti, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 18 2682116 penembakan-massal-di-meksiko-wali-kota-dan-17-orang-meninggal-K3RyA5EULO.jpg Penembakan di Meksiko, wali kota dan 17 orang meninggal (Foto: EPA)

MEKSIKO - Orang-orang bersenjata telah menembak mati seorang wali kota sebuah kota kecil di Meksiko barat, dan sedikitnya 17 orang lainnya.

Polisi mengatakan orang-orang bersenjata menyerbu balai kota San Miguel Totolapan pada pukul 14:00 (19:00 GMT) pada Rabu (5/10/2022). Foto online menunjukkan tempat itu penuh dengan lubang peluru.

Partai PRD sayap kiri Walikota Conrado Mendoza Almeda mengutuk pembunuhan "pengecut itu" dan menuntut keadilan.

Serangan itu diduga dilakukan oleh geng kriminal Los Tequileros, yang terkait dengan kartel narkoba yang kuat.

 Baca juga: Penembakan di Day Care Thailand Tewaskan 34 Orang, Tidak Ada Korban WNI

Petugas polisi dan pekerja dewan juga tewas dalam pembantaian itu, dengan gambar grafis tubuh berlumuran darah tergeletak di tanah yang beredar di media sosial (medsos).

 Baca juga: Penembakan Massal 34 Orang di Tempat Penitipan Anak Thailand, Pelaku Dilaporkan Bunuh Diri

Ayah Mendoza Almeda, mantan walikota Juan Mendoza Acosta, juga tewas - di rumahnya - sebelum serangan pindah ke balai kota.

Sebuah jalan raya di negara bagian Guerrero, tempat San Miguel Totolapan berada, dilaporkan sempat diblokir oleh kendaraan besar untuk mencegah pasukan keamanan memasuki kota.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Koresponden BBC di Meksiko, Will Grant melaporkan bahkan menurut standar kekerasan negara bagian Guerrero, ini adalah serangan yang mengejutkan.

San Miguel Totolapan terletak di jantung wilayah yang dikenal sebagai Tierra Caliente, bagian kekerasan dari Meksiko barat yang dikendalikan kartel narkoba.

Berbagai kelompok berjuang untuk menguasai rute narkoba yang menguntungkan di utara sepanjang koridor Pasifik itu.

Dalam laporan awal yang dilihat oleh media lokal, jaksa agung Guerrero mengatakan bahwa selain 18 orang yang tewas, tiga lainnya terluka.

Setelah serangan itu, kementerian pertahanan mengatakan pihaknya mengerahkan unit tentara dan angkatan laut ke daerah itu untuk menemukan orang-orang bersenjata itu.

Gubernur Guerrero, Evelyn Salgado Pineda mencuitkan dirinya sangat menyesali kematian itu.

Sesaat sebelum serangan itu, tersangka anggota Los Tequileros merilis sebuah video di jejaring sosial yang mengumumkan kembalinya mereka ke wilayah tersebut, di mana mereka telah memerangi geng narkoba saingan.

Seperti diketahui, kelompok kriminal membombardir Guerrero antara 2015 dan 2017. Kelompok itu dikenal karena mengancam wali kota di wilayah tersebut sampai pemimpinnya Raybel Jacobo de Almonte dibunuh.

De Almonte dikenal sebagai El Tequilero - Peminum Tequila - dan gengnya mengambil nama mereka dari dirinya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini