Share

Penembakan Massal 37 Orang Tewas di Thailand, Pelaku Bunuh Istri dan Anaknya Sebelum Bunuh Diri

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682516 penembakan-massal-37-orang-tewas-di-thailand-pelaku-bunuh-istri-dan-anaknya-sebelum-bunuh-diri-Itl2Z12jT0.jpg Pelaku penembakan massal di Thailand membunuh istri dan anaknya sebelum bunuh diri (Foto: Facebook/India.com)

BANGKOKKepolisian Thailand mengatakan pelaku penembakan massal yang menewaskan 37 orang di tempat penitipan anak di Provinsi Nong Bua Lamphu, Thailand, membunuh istri dan anaknya sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

Polisi Thailand pun segera menerbitkan seruan perburuan online - mengidentifikasi pria itu sebagai Panya Kamrab, seorang pria lokal. Polisi kemudian menyatakan dia adalah mantan perwira yang dipecat pada Juni lalu karena penggunaan narkoba.

Pelaku itu diketahui masuk tempat penitipan anak dan kemudian menembak anak-anak yang sedang tidur siang.

Baca juga:  Penembakan Massal 37 Orang Meninggal, Raja Thailand Akan Sambangi Keluarga Korban

"Kami menemukan pelaku mencoba masuk dan dia terutama menggunakan pisau untuk melakukan kejahatan dengan membunuh sejumlah anak kecil," kata Kepala Kepolisian Thailand Damrongsak Kittiprapat, dikutip BBC.

Baca juga: Thailand Berduka, Bendera Berkibar Setengah Tiang Usai Penembakan Massal yang Tewaskan 37 Orang 

Petugas yang bergegas ke kamar bayi dihadapkan dengan mayat orang dewasa dan anak-anak, beberapa di antaranya masih sangat kecil, tergeletak di dalam dan di luar gedung.

"Kemudian dia keluar dan mulai membunuh siapa pun yang dia temui di sepanjang jalan dengan pistol atau pisau sampai dia tiba di rumah,” lanjutnya.

"Kami mengepung rumah dan kemudian menemukan bahwa dia bunuh diri di rumahnya,” lanjutnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Polisi mengatakan Kamrab kembali ke rumah, membunuh istri dan putranya sebelum mengambil nyawanya sendiri.

Dia diketahui sempat muncul di pengadilan pada pagi hari serangan atas tuduhan terkait dengan penggunaan dan kemungkinan penjualan metamfetamin. Dia seharusnya menghadapi vonis pada Jumat (7/10/2022) ini.

Penembakan massal di Thailand jarang terjadi, meskipun tingkat kepemilikan senjata relatif tinggi untuk wilayah tersebut. Menurut kantor berita Reuters, senjata ilegal juga umum di negara Asia Tenggara

Serangan penembakan itu terjadi kurang dari sebulan setelah seorang perwira militer menembak mati dua rekannya di sebuah pangkalan di Bangkok.

Pada 2020 seorang tentara membunuh 29 orang dan melukai puluhan lainnya di kota Nakhon Ratchasima.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini