Share

Mobilisasi Militer Putin, Kremlin Bantah 700.000 Orang Tinggalkan Rusia karena Takut 'Disuruh' Perang

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 07 Oktober 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 18 2682822 mobilisasi-militer-putin-kremlin-bantah-700-000-orang-tinggalkan-rusia-karena-takut-disuruh-perang-8OWzxwu7Ns.jpg Kremlin bantah 700.000 orang tinggalkan Rusia karena takut akan mobilisasi militer (Foto: AFP)

MOSKOW - Kremlin pada Kamis (6/10/2022) membantah laporan bahwa 700.000 orang Rusia telah meninggalkan negara itu sejak Moskow mengumumkan upaya mobilisasi militer untuk memanggil ratusan ribu orang untuk berperang di Ukraina.

Dalam briefing dengan wartawan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa dia tidak memiliki angka pasti berapa banyak orang yang telah meninggalkan negara itu sejak pengumuman Presiden Vladimir Putin tentang "mobilisasi militer parsial" pada 21 September lalu.

"Saya tidak berpikir angka-angka itu harus dianggap serius," kata Peskov ketika ditanya tentang beberapa laporan di media Rusia bahwa hingga 700.000 orang Rusia meninggalkan negara itu, dikutip Reuters.

 Baca juga: Hindari Wamil, 2 Warga Rusia Nekat Kabur ke AS Naik Perahu Cari Suaka

"Saya tidak punya angka pasti, tapi tentu saja jauh dari apa yang diklaim di sana,” lanjutnya.

 Baca juga: Mobilisasi Militer Rusia, Putin Bebaskan Mahasiswa Sebagai Tentara Perang

Puluhan ribu orang Rusia, kebanyakan pria usia militer, telah meninggalkan negara itu dalam upaya untuk menghindari dipanggil untuk berperang di Ukraina. Kazakhstan, Georgia dan Mongolia, yang semuanya berbatasan darat dengan Rusia melaporkan kenaikan jumlah orang yang menyeberangi perbatasan usai pengumuman mobilisasi militer Putin.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tetapi mendapatkan angka pasti tentang berapa banyak yang pergi untuk selamanya itu bukanlah hal yang mudah.

Upaya mobilisasi Putin telah membuktikan salah satu langkah Moskow yang paling tidak populer sejak konflik - yang disebut Rusia sebagai "operasi militer khusus" – yang dimulai pada Februari lalu. Kebijakan ini memicu protes di kota-kota dan wilayah di seluruh negeri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini