Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

500 KK Terdampak Banjir di Banyuwangi, Korban Berhasil Dievakuasi

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |05:52 WIB
500 KK Terdampak Banjir di Banyuwangi, Korban Berhasil Dievakuasi
Banjir di Banyuwangi. (Foto: BPBD Banyuwangi)
A
A
A

BANYUWANGI - Banjir menggenangi ratusan rumah di Kota Banyuwangi pasca-hujan deras yang terjadi semalaman tanpa henti. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, terdapat sebanyak 472 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir.

Sekretaris BPBD Banyuwangi, Mujito mengatakan hujan intensitas tinggi terjadi sejak Minggu (15/10/2022) malam hingga Senin (16/10/2022) itu membuat sejumlah sungai meluap.

Setidaknya ada tiga sungai yang meluap, masing-masing adalah aliran Sungai Kaligulung, Sungai Kali Sobo dan Sungai Kalilo. Luapan sungai itu meluber hingga ke jalanan termasuk rumah-rumah warga ikut tergenang.

"Total ada 472 KK yang terdampak banjir tersebut. Sebanyak 11 rumah rusak parah, 6 rumah rusak sedang, 48 rusak ringan. Rumah-rumah yang rusak berada di Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo," kata Mujito, pada Senin (17/10/2022) kepada wartawan.

 Baca juga: Satu Dusun di Malang Terisolir Banjir, Warga Masih Bertahan di Rumah Masing-Masing

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini. Warga terdampak berhasil dievakuasi.

Perihal estimasi total kerugian material, Mujito belum bisa memberikan jawaban. "Korban jiwa tidak ada. Estimasi kerugian belum bisa dipastikan," beber Mujito.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didampingi sejumlah Kepala SKPD mulai Dinas Pengairan, DPU CKPP, BPBD hingga Dinas Sosial, turun langsung melakukan peninjauan. Pemkab melalui Dinas Sosial dan BPBD bakal mendirikan dapur ukum untuk memenuhi suplai makanan siap saji kepada ratusan warga terdampak banjir.

"Dapur umum kita dirikan di SD Sobo, termasuk Posko Darurat dan Posko Kesehatan ada di sana," cetus Ipuk kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Ipuk menyebut, banjir itu diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga air sungai Kali Sobo yang seharusnya melewati jembatan, justru beralih ke rumah-rumah warga.

"Apalagi ada sedikit gangguan di mana rumpun bambu menghambat jembatan, sehingga menyebabkan air naik dan mengarah ke permukiman warga," ucapnya.

Meski tidak ada korban jiwa, lanjut Ipuk, penanganan awal sudah dilakukan dengan mengevakuasi korban terutama lansia dan anak-anak ke tempat yang lebih aman.

"Kita juga meminta kepada dinas terkait untuk mendata secara keseluruhan warga terdampak. Termasuk rumah yang rusak dan ambruk, serta mendata apa yang dibutuhkan dalam insiden ini," katanya.

Pihaknya telah membagikan nasi bungkus kepada ratusan warga terdampak. Namun jumlahnya tidak mencukupi.

"Sehingga kita dirikan dapur umum untuk membantu masyarakat yang saat ini tidak bisa masak. Karena aliran listrik juga dimatikan," ungkapnya.

Sementara penanganan jembatan yang sedikit ambrol akibat luapan sungai, Ipuk sudah menginstruksikan Dinas PU Pengairan dan Dinas PU CKPP Banyuwangi agar segera melakukan penanganan.

"Kami minta PU CKPP dan PU Pengairan untuk mengecek, nanti agar ditindaklanjuti. Kami juga mohon doanya semoga hujan segera berhenti, air segera surut, sehingga kita bisa langsung membantu masyarakat yang terdampak banjir," tandas Ipuk.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement