Juru bicara urusan luar negeri China Wang Wenbin mengatakan pada Rabu (26/10/2022) bahwa apa yang digambarkan sebagai kantor polisi di luar negeri sebenarnya adalah stasiun layanan untuk warga negara China di luar negeri, dan China sepenuhnya menghormati kedaulatan peradilan negara lain.
Dia mengatakan banyak orang China tidak dapat kembali ke China karena virus corona.
"Untuk membantu mereka mengatasi kesulitan, pemerintah daerah terkait telah membuka platform layanan online. Layanan semacam itu terutama ditujukan untuk pemeriksaan fisik dan mengubah SIM,” ujarnya.
Seperti diketahui, layanan seperti perpanjangan paspor atau permintaan visa biasanya ditangani oleh kedutaan atau konsulat. Aturan diplomatik berlaku di lokasi-lokasi ini, sebagaimana diatur dalam Konvensi Wina, yang ditandatangani oleh Belanda dan China.
Pos-pos kepolisian seperti yang dituduh dijalankan China dapat melanggar integritas teritorial negara tuan rumah dengan menghindari yurisdiksi nasional dan perlindungan yang diberikan di bawah hukum domestik.
(Susi Susanti)