JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendokumentasikan 703 serangan terhadap infrastruktur kesehatan sejak invasi Rusia dimulai pada Februari lalu.
Hal ini diungkapkan WHO setelah memberikan peringatan jika kehidupan jutaan orang akan terancam di Ukraina pada musim dingin ini.
Dr Hans Henri P Kluge, Direktur regional WHO untuk Eropa mengatakan setengah dari infrastruktur energi Ukraina rusak atau hancur, dan 10 juta orang saat ini hidup tanpa listrik.
Dikutip BBC, peringatan itu datang saat salju turun di seluruh Ukraina dan suhu turun di bawah titik beku. Suhu diperkirakan akan turun hingga -20C (-4F) di beberapa daerah.
Pekan lalu, Rusia menyerang lebih banyak instalasi energi dan bangunan sipil di salah satu pengeboman udara terberatnya selama perang.
Baca juga: Suhu Anjlok di Bawah Titik Beku, WHO Peringatkan Jutaan Nyawa Terancam di Ukraina pada Musim Dingin
Ini adalah taktik Rusia baru-baru ini setelah kemunduran di medan perang, dan dampaknya mulai terasa lebih parah saat musim dingin tiba.
Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, yang dulu menghasilkan lebih dari 25% listrik Ukraina, tidak lagi menghasilkan listrik. Serangan penembakan baru juga diketahui terjadi di sekitar PLTN selama akhir pekan.
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengutuk serangan itu, mengatakan itu adalah "panggilan dekat" di pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.
Pakar IAEA mengunjungi lokasi tersebut pada Senin (21/11/2022), dan badan tersebut mengatakan mereka menemukan kerusakan yang meluas, tetapi tidak ada masalah keselamatan atau keamanan nuklir segera.
Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan serangan itu.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.