Share

Kisah Cinta Calon Pengantin Lesbian Pertama di India, Dipisahkan Keluarga hingga Hadapi Sanksi Sosial

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 26 November 2022 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 18 2715301 kisah-cinta-calon-pengantin-lesbian-pertama-di-india-dipisahkan-keluarga-hingga-hadapi-sanksi-sosial-3GKr4DuCBA.jpg Kisah cinta pasangan lesbian di India (Foto: Ashiq Rahim)

KERALA - Adhila Nasarin dan Fathima Noora menjadi berita utama awal tahun ini ketika pengadilan di negara bagian Kerala, India selatan, menyatukan kembali kedua perempuan itu setelah mereka dipisahkan secara paksa oleh orangtua mereka.

Kedua wanita itu telah mengajukan petisi ke pengadilan melawan penentangan yang mereka hadapi setelah mereka membuka diri tentang hubungan asmara mereka kepada keluarga masing-masing.

Bulan lalu, mereka menjadi berita utama lagi. Kali ini, untuk pemotretan pernikahan. Keduanya berpose sebagai calon pengantin.

Baca juga: Video Menjurus ke Seksual dan Dianggap Tidak Bermoral, 'TikToker' Mesir Ditahan di Arab Saudi

Mengenakan perhiasan perak dan mengenakan lehengas (rok panjang) berwarna cokelat dan biru tua, wajah mereka terlihat berseri-seri saat bertukar cincin dan karangan bunga mawar di bawah kanopi di tepi pantai di distrik Ernakulam.

Baca juga:  Gay dan Lesbian Praktik Melempar Kotoran ke Dalam Jiwa

Ketika Noora, 23, membagikan foto-foto itu di halaman Facebook-nya yang diberi judul "Prestasi terbuka: bersama selamanya", ucapan selamat mengalir untuk pasangan yang bahagia itu.

"Kami mencoba pemotretan karena menurut kami idenya menarik," terang Nasarin kepada BBC melalui telepon.

Keduanya termasuk di antara beberapa pasangan yang telah berpartisipasi dalam pemotretan semacam itu.

"Kami belum menikah," ujarnya.

"Tapi pada titik tertentu, kami ingin menjadi,” lanjutnya.

Pasangan itu mengatakan mereka masih menghadapi ancaman pemisahan dari keluarga Noora.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Seperti diketahui, Mahkamah Agung India mendekriminalisasi seks gay pada 2018 setelah perjuangan hukum selama puluhan tahun oleh para aktivis dan kelompok LGBTQ+. Selama bertahun-tahun, kesadaran tentang komunitas telah meningkat, tetapi para anggota masih menghadapi stigma dan penolakan untuk diterima sepenuhnya.

Di India, pernikahan sesama jenis tidak memiliki sanksi hukum, meski petisi untuk legalisasi sedang dipertimbangkan di pengadilan tinggi Delhi dan Mahkamah Agung.

Sementara itu, banyak pasangan gay telah berpartisipasi dalam upacara pernikahan itu.

Noora dan Nasarin mendapat sanksi dari pengadilan tinggi Kerala karena berencana menikah. Nantinya mereka tidak memiliki keistimewaan atau hak yang akan dinikmati pasangan suami istri di India.

“Jika kami mengisi formulir apa pun, mereka meminta nama istri, suami, atau ayah,” jelas Nasarin.

"Di tempat kerja saya dan di tempat lain, saya masih harus menggunakan nama ayah saya. Kami berada di rumah sakit baru-baru ini dan harus memberikan nama ayah kami. Itu membuat frustrasi,” lanjutnya.

Ini semakin sulit karena para wanita tidak berhubungan baik dengan keluarga mereka.

Dengan tidak adanya dukungan dari keluarga dan komunitas tempat mereka dibesarkan, para wanita saling mengandalkan dan kelompok LGBTQ+ seperti Vanaja Collective yang membantu mereka bersatu.

Noora dan Nasarin bertemu di sekolah tinggi dan menjadi dekat. Mereka menghabiskan tiga tahun terpisah setelah meninggalkan sekolah sambil tinggal bersama keluarga mereka di berbagai distrik di Kerala saat mereka berusaha mendapatkan gelar sarjana. Mereka sesekali melakukan panggilan telepon dan obrolan saat mereka bisa.

Kala itu, kelompok pendukung yang mereka hubungi memberikan saran agar mereka menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan.

Itu adalah saran yang sama yang sekarang mereka tawarkan kepada orang lain yang menghubungi mereka.

Nasarin mengatakan mereka tahu itu tidak akan mudah untuk meninggalkan keluarga konservatif mereka untuk bersama.

"Di komunitas kami, banyak orang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Ketika kami mencoba membantu orang mendapatkan pekerjaan, kurangnya pendidikan ini dapat menjadi penghalang," terang Nasarin.

Inilah sebabnya mereka menyarankan siapa saja yang mungkin berada dalam posisi mereka untuk mandiri secara finansial.

"Memiliki pekerjaan sangat penting untuk dapat menjalani hidup Anda sendiri," jelas Noora.

"Keamanan finansial berarti Anda tidak bergantung pada belas kasihan orang lain,” lanjutnya.

Sejak perintah pengadilan, kedua wanita tersebut mengatakan bahwa mereka tidak melewatkan apa pun dari masa lalu mereka.

Kebebasan yang mereka rasakan terlihat dari bagian-bagian kehidupan yang mereka bagikan di media sosial.

Foto-foto mereka yang dulunya terbatas pada berpegangan tangan atau bagian belakang kepala, sekarang menunjukkan mereka membangun hidup bersama. Mereka kerap tampil di Instagram Reels, bergaul dengan teman-teman, dan memelihara anjing bersama.

"Tidak ada yang ingin saya ubah saat ini," ujar Noora.

"Sepertinya kita telah meninggalkan toksisitas,” lanjutnya.

Pasangan itu mengatakan mereka terus tergerak oleh dukungan yang mereka terima dari orang-orang. Mereka telah memberikan beberapa wawancara, ditampilkan di majalah wanita populer dan di acara TV di negara bagian di mana kisah mereka dielu-elukan sebagai salah satu kekuatan dan keberanian.

"Sekarang bahkan jika kami memakai masker dan kacamata, orang mengenali kami," kata Nasarin. Dan sejauh ini, perhatian publik terasa hangat dan membesarkan hati.

Sementara itu, keluarga mereka masih percaya bahwa hubungan mereka adalah fase yang akan berlalu dan komentar serupa muncul di halaman Facebook dan Instagram mereka.

Bersamaan dengan simpatisan yang memberikan dukungan dan menyemangati, terdapat juga beberapa ofrang yang mencela dan menyebut mereka telah memberikan contoh buruk dan bahwa mereka harus menikah dengan pria.

Sesekali, Noora dan Nasarin menanggapi komentar yang tampak sangat mengerikan di Instagram.

Mereka memberikan tanggapan yang diselingi humor. Baru-baru ini, ketika seorang pengguna Instagram menulis bahwa seksualitas mereka harus menjadi sebuah fase karena dia belum pernah melihat seorang lesbian yang berusia lebih dari 40 tahun, mereka menjawab hal itu dengan santai.

"Tunggu sampai kita berusia 40 tahun,” jawabnya.

1
5

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini