Share

Polisi Dikerahkan Di Mana-Mana, China Serukan Tindakan Keras ke Demonstran Protes Covid

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717721 polisi-dikerahkan-di-mana-mana-china-serukan-tindakan-keras-ke-demonstran-protes-covid-aSIqirWCdq.jpg Polisi dikerahkan di mana-mana untuk menjaga protes Covid-19 China (Foto: EPA)

CHINA - Badan keamanan utama China menyerukan tindakan keras terhadap "pasukan musuh" setelah protes yang jarang terjadi terhadap aturan Covid di kota-kota China pada akhir pekan.

Petugas polisi telah ‘membanjiri’ lokasi protes yang sekarang telah kosong. Beberapa pengunjuk rasa mengatakan polisi telah menghubungi mereka untuk mencari informasi tentang keberadaan mereka.

Seperti diketahui, selama akhir pekan, ribuan orang di China turun ke jalan menuntut diakhirinya kebijakan ketat nol Covid-19 di China. Beberapa demonstran bahkan membuat seruan langka agar Presiden Xi Jinping mundur.

Baca juga: Pencarian Informasi Protes Covid di Twitter Dibombardir Foto Cabul hingga Video Porno, Pemerintah China Dicurigai Sengaja Turun Tangan

Tetapi kehadiran polisi yang banyak di kota-kota besar China, termasuk Beijing dan Shanghai, tampaknya telah meredam protes lebih lanjut pada Senin (28/11/2022) dan Selasa (29/11/2022).

Dikutip BBC, petugas polisi terlihat pada Selasa (29/11/2022) berpatroli dalam jumlah besar di beberapa bagian Beijing dan Shanghai di mana demonstrasi diadakan pada akhir pekan.

 Baca juga: Pemerintah China Kerahkan Polisi Di Mana-Mana, Protes Covid Mereda

Ada juga laporan sekitar 150 petugas muncul di area perbelanjaan yang sibuk di selatan kota Shenzhen setelah desas-desus tentang rencana protes di sana beredar di media sosial.

Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat Partai Komunis yang berkuasa, yang mengawasi penegakan hukum domestik di seluruh China, mengatakan bahwa "perlu untuk menindak kegiatan infiltrasi dan sabotase oleh pasukan musuh sesuai dengan hukum".

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Pernyataan tersebut, yang dilaporkan oleh kantor berita China Xinhua, tidak menyebutkan demonstrasi baru-baru ini, yang dimulai setelah kebakaran di blok bertingkat tinggi di Urumqi, China barat, yang menewaskan 10 orang pada Kamis (24/11/2022).

Banyak orang China percaya pembatasan Covid di kota berkontribusi pada kematian, meskipun pihak berwenang menyangkalnya.

Sementara itu pejabat kesehatan negara itu mengatakan penguncian harus "diberlakukan dan dilonggarkan dengan cepat".

Pejabat kesehatan China pada Selasa (29/11/2022) mengatakan pihak berwenang akan bekerja untuk mengurangi "ketidaknyamanan" yang disebabkan oleh pandemi Covid.

Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), mengatakan kepada wartawan bahwa penguncian harus "diberlakukan dan dilonggarkan dengan cepat" dan bahwa "tindakan pengendalian yang berlebihan harus terus diperbaiki".

China telah mencatat rekor jumlah kasus baru dalam beberapa hari terakhir.

China diketahui menjadi satu-satunya negara dengan kebijakan nol-Covid, dengan otoritas lokal bahkan menekan wabah kecil dengan pengujian massal, karantina, dan penguncian cepat.

Pejabat kesehatan sebelumnya menyerukan tindakan Covid yang lebih bertarget. Pejabat itu mengatakan pembatasan yang ketat adalah kebijakan lokal yang "sewenang-wenang", bukan pedoman nasional.

Di provinsi Guangdong selatan, pihak berwenang mengumumkan perubahan kebijakan Covid setempat pada Selasa (29/11/2022) malam, mengizinkan beberapa kontak dekat kasus Covid untuk dikarantina di rumah daripada di fasilitas negara.

Di tempat lain, Inggris telah memanggil duta besar China untuk pertemuan setelah seorang jurnalis BBC, Ed Lawrence, dipukuli dan ditahan sebentar saat meliput protes penguncian anti-pemerintah pada Minggu (27/11/2022).

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini