Share

Protes Covid China Ricuh, Warga Bentrok dengan Polisi Anti Huru Hara yang Pakai Baju Hazmat

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717879 protes-covid-china-ricuh-warga-bentrok-dengan-polisi-anti-huru-hara-yang-pakai-baju-hazmat-vP3RL0CJZg.jpg Warga bentrok dengan polisi anti huru hara yang mengenakan baju hazmat pada protes Covid-19 di China (Foto: Reuters)

SHANGHAI – Warga yang berada di pusat manufaktur China di Guangzhou bentrok dengan polisi anti huru hara yang mengenakan baju hazmat putih pada Selasa (29/11/2022) malam. Bentrokan ini terjadi ketika warga frustrasi dengan aturan Covid-19 yang ketat memuncak pada tiga tahun setelah pandemi.

Bentrokan di kota bagian selatan ini menandai peningkatan dari protes di pusat komersial Shanghai, ibu kota Beijing dan kota-kota lain selama akhir pekan dalam gelombang pembangkangan sipil terbesar di China sejak Presiden Xi Jinping berkuasa satu dekade lalu.

Warga semakin marah etika ekonomi China yang dilanda Covid terpuruk setelah beberapa dekade pertumbuhan yang sangat parah, yang menjadi dasar kontrak sosial tidak tertulis antara Partai Komunis yang berkuasa dan populasi yang kebebasannya telah dibatasi secara dramatis di bawah Xi.

Baca juga:  Polisi Dikerahkan Di Mana-Mana, China Serukan Tindakan Keras ke Demonstran Protes Covid

Dalam satu video yang diposting di Twitter, puluhan polisi anti huru hara dengan perlengkapan pandemi serba putih, memegang perisai di atas kepala mereka, maju dalam formasi di atas apa yang tampak seperti penghalang penguncian yang dirobohkan saat benda-benda beterbangan ke arah mereka.

 Baca juga: Pencarian Informasi Protes Covid di Twitter Dibombardir Foto Cabul hingga Video Porno, Pemerintah China Dicurigai Sengaja Turun Tangan

Polisi kemudian terlihat mengawal deretan orang yang diborgol ke lokasi yang tidak diketahui.

Rekaman video lain menunjukkan orang-orang melemparkan benda ke arah polisi. Sedangkan rekaman ketiga menunjukkan tabung gas air mata mendarat di tengah kerumunan kecil di jalan sempit, dengan orang-orang kemudian berlarian untuk menghindari asap.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Posting-an media sosial mengatakan bentrokan itu terjadi pada Selasa (29/11/2022) malam dan disebabkan oleh perselisihan tentang pembatasan penguncian.

Pemerintah Guangzhou, kota yang paling terpukul dalam gelombang infeksi terbaru, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Reuters memverifikasi bahwa video tersebut direkam di distrik Haizhu, Guangzhou, tempat kerusuhan terkait Covid-19 pada dua minggu lalu. Tetapi tidak dapat menentukan kapan video tersebut diambil atau urutan kejadian yang tepat dan apa yang memicu bentrokan tersebut.

Sementara itu, China Dissent Monitor, dijalankan oleh Freedom House yang didanai pemerintah Amerika Serikat (AS), memperkirakan setidaknya 27 demonstrasi terjadi di seluruh China dari Sabtu (26/11/2022) hingga Senin (28/11/2022). Think tank ASPI Australia memperkirakan 43 protes terjadi di 22 kota di China.

Rumah bagi banyak pekerja pabrik migran, Guangzhou adalah kota pelabuhan yang luas di utara Hong Kong di provinsi Guangdong. Para pejabat mengumumkan pada Selasa (29/11/2022) malam bahwa mereka akan mengizinkan kontak dekat kasus Covid-19 untuk dikarantina di rumah daripada dipaksa pergi ke tempat penampungan.

Keputusan itu bertentangan dengan praktik biasa di bawah kebijakan nol-Covid China.

Di Zhengzhou, lokasi pabrik besar Foxconn yang membuat iPhone Apple yang telah menjadi tempat keresahan pekerja terkait Covid-19, para pejabat mengumumkan dimulainya kembali bisnis secara "tertib", termasuk supermarket, pusat kebugaran, dan restoran.

Namun, mereka juga menerbitkan daftar panjang bangunan yang akan tetap dikunci.

Beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, pejabat kesehatan nasional mengatakan pada Selasa (29/11/2022) bahwa China akan menanggapi "kekhawatiran mendesak" yang diajukan oleh publik dan bahwa aturan Covid-19 harus diterapkan secara lebih fleksibel, sesuai dengan kondisi khusus masing-masing wilayah.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini