Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jalan Alternatif ke Lembang Hanya Bisa Dilewati Satu Lajur, Wisatawan Diminta Hati-Hati

Adi Haryanto , Jurnalis-Sabtu, 24 Desember 2022 |13:50 WIB
Jalan Alternatif ke Lembang Hanya Bisa Dilewati Satu Lajur, Wisatawan Diminta Hati-Hati
Ilustrasi/ Doc: Adi Haryanto
A
A
A

BANDUNG BARAT - Sejumlah titik di jalan alternatif menuju kawasan objek wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hingga saat ini masih rawan longsor. Hal itu yang harus diwaspadai wisatawan ketika akan ke Lembang jika dari arah Padalarang ataupun Cimahi.

Titik rawan longsor itu berada di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, KBB, tepat di dekat objek wisata Curug Pelangi. Tebing di sana longsor pertama kali tahun 2020 dan kembali longsor November 2022 lalu.

 BACA JUGA:BIN Konsolidasikan Pengamanan Misa Natal di Yogyakarta

Hingga kini, titik longsor yang menyebabkan jalan provinsi tersebut hanya bisa dilalui satu jalur kendaraan belum diperbaiki. Pemprov Jabar terkendala lahan yang akan dibebaskan untuk pelebaran ruas jalannya.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh wisatawan. Pasalnya ketika melintas di jalan tersebut mereka harus mengantre karena diberlakukan buka tutup jalur oleh petugas pengatur jalan. "Ini cukup menghambat karena kan buka tutup jalannya. Tahun kemarin saya lewat juga gini, sekarang belum diperbaiki," kata wisatawan asal Bekasi yang akan berlibur ke Lembang, Lia (36), Sabtu (24/12/2022).

 BACA JUGA:Natal 2022, Polri Siapkan Rekayasa Lalin Sekitar Tempat Ibadah Malam Ini

Kondisi tersebut membuat Jalan Kolonel Masturi di sekitar objek wisata Curut Cimahi tidak diperbolehkan dilewati kenaraan besar. Longsor yang sudah terjadi dua kali di titik yang sama itu dikhawatirkan akan semakin bertambah parah ketika terus dilalui kendaraan berat.

"Jalur itu masih rawan, karena tebing yang longsor di sekitar tepi jalan tersebut hingga saat ini belum diperbaiki," ucap Kepala Seksi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), KBB, Amas Winata saat dihubungi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement