Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

50 Tahun PDI-P: Kesabaran Oposisi yang Menghasilkan Buah Manis Kekuasaan

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 10 Januari 2023 |08:46 WIB
50 Tahun PDI-P: Kesabaran Oposisi yang Menghasilkan Buah Manis Kekuasaan
Megawati Soekarno Putri/ Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Hari ini, 10 Januari 2023, PDI Perjuangan merayakan hari jadinya yang ke-50. Partai berlambang banteng itu merayakan ulang tahun emasnya di tengah kekuasaan yang masih berjalan usai menang pada pertarungan demokrasi 2019, dan bersiap untuk Pemilu 2024.

Meski sempat menjadi partai medioker di masa orde baru, "partai wong cilik" ini berhasil meraih kedigdayaannya di tangan Megawati Soekarnoputri.

Konsistensi menjadi kunci dari keberhasilan PDI Perjuangan menggapai tampuk kekuasaan. Sebelum akhirnya menjadi partai penguasa, PDIP di bawah Megawati bertahun-tahun memilih jalur sebagai oposisi.

Tak banyak yang dapat menyamai capaian PDIP. Ia mampu bertahan di tengah dinamika politik Tanah Air dengan segala problematikanya selama 50 tahun.

Lahir dari rahim PDI

PDIP lahir dari rahim Partai Demokrasi Indonesia (PDI). PDI sendiri merupakan peleburan dari berbagai partai politik berhaluan nasionalis saat itu, yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Soekarno pada 4 Juli 1927.

Lalu, Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba) yang didirikan Tan Malaka, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan Partai Katolik.

Kelima partai ini sepakat membentuk partai baru bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 10 Januari 1973. Tanggal yang hingga kini diperingati sebagai hari lahir PDI Perjuangan.

Konflik internal memperebutkan PDI

PDI lahir di bawah rezim Orde Baru. Memiliki ideologi yang segaris dengan Soekarno membuat PDI kerap diintervensi oleh pemerintahan Soeharto. Tak hanya itu, partai nasionalis ini juga kerap diterpa konflik internal.

Konflik terbesar terjadi ketika Megawati bergabung ke partai tersebut pada 1987. Saat itu, PDI dipimpin oleh Soerjadi. Masuknnya Megawati berhasil mengangkat elektabilitas partai, setelah sebelumnya tak berdaya di Pemilu dengan perolehan suara di bawah Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun, popularitas Megawati ini mengancam Soerjadi. Kendati demikian, Pada 1993, Soerjadi kembali terpilih sebagai Ketua Umum PDI. Hanya saja, pemilihan ini tercoreng isu penculikan kader.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement