Share

Menang Lomba Burung Rp17 Juta, Pasutri Ini Dirampok hingga Ditusuk Garong

Abdul Rahman, iNews · Selasa 24 Januari 2023 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 525 2752285 menang-lomba-burung-rp17-juta-pasutri-ini-dirampok-hingga-ditusuk-garong-ZzTQnWolV1.jpg Illustrasi (foto: freepick)

CIREBON - Pergoki dua pelaku pencurian dengan kekerasan, seorang pasangan suami istri (Pasutri) di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon bersimbah darah, akibat ditikam dengan senjata tajam.

Insiden tersebut bermula, kedua pelaku mengetahui bahwa pasutri itu memenangkan lomba burung kicau dengan hadiah sebesar Rp17 Juta. Kedua pelaku tersebut beraksi pada malam hari, dengan cara memanjat tembok, kemudian masuk ke kamarnya dan sempat menggeledah barang berharga milik. Namun, korbannya yang sedang tidur terbangun dan pergoki kedua pelaku.

"Saat korban (perempuan red) terbangun, kedua pelaku itu panik kemudian langsung melakukan penganiayaan dengan senjata tajam, hingga bersimbah darah," kata Kapolresta Cirebon, Kombes Arif Budiman, saat menggelar konferensi pers di halaman Polresta Cirebon, Selasa (24/01/2023)

 BACA JUGA:15 Tahun Lalu Kabur dari Tahanan, Sekarang Ditangkap Lagi Usai Merampok Imam Masjid

Mendengar korban (perempuan red) berteriak, korban (laki-laki red) juga terbangun dan langsung dihujani senjata tajam oleh para pelaku yang panik, hingga mengalami luka cukup parah.

"Awal istrinya yang pergoki kedua pelaku, kemudian suaminya. Karena panik kepergok korban, mereka (pelaku red) menikam kedua korban hingga bersimbah darah," katanya.

Usia menikam kedua korban (Pasutri red) dengan senjata tajam berupa pisau, yang diambil dari dapur, kedua pelaku mencari keberadaan uang sebesar Rp 17 juta rupiah. Namun tidak menemukannya, sehingga mereka mencuri handphone milik korban.

 BACA JUGA: Sepekan Jelang Pernikahan, DPO Perampokan Ditangkap Polisi di Rumah Pacar

"Mereka sempat mencari keberadaan uang milik korban, tapi tidak menemukannya. Akhirnya mereka mencuri handphone milik korban dan melarikan diri," katanya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Usai menikam Pasutri di dalam rumahnya, kedua pelaku ini mencoba melarikan diri. Namun sayang pelarian mereka dipergoki oleh petugas Unit reskrim Polsek Pabuaran yang tengah berpatroli malam.

"Para pelaku sempat kabur dengan cara lari keluar rumah sambil menenteng sebuah pisau. Aksi melarikan diri itu dipergoki oleh petugas yang sedang berpatroli malam, "katanya.

Melihat salah satu pelaku berlari dan sambil menenteng senjata tajam, petugas mencoba mengejar para pelaku dan berhasil diamankan. Namun, saat ditanya mereka mengaku kakak tirinya menjadi Korban pencurian dan tengah berusaha mengejar pemuda yang berhasil kabur tersebut.

"Dari pengakuan salah satu pelaku, anggota tidak serta merta percaya dan langsung mengejar pelaku lain yang melarikan diri," katanya.

Petugas lain, lanjut Kapolres langsung menuju ke Lokasi yang ditunjuk salah satu pelaku. Dilokasi itu, petugas menemukan pasutri yang sudah bersimbah darah di ruang tengah.

"Dilokasi anggota kami melihat kedua korban bersimbah darah, kemudian langsung melarikan kedua Korban Ke RSUD waled dan sebagian anggota meminta keterangan dari para saksi, "katanya.

Dari hasil keterangan sejumlah saksi, lanjut Kapolres ternyata dua pemuda yang sempat berpapasan dengan petugas patroli merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan sekaligus penganiayaan.

"Ternyata kedua pemuda yang bertemu dengan petugas, merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan. Sehingga keduanya langsung diamankan, "katanya.

Ternyata salah satu pelaku ini merupakan saudara tiri dari korban, artinya masih ada hubungan keluarga. Kemudian keduanya langsung digelandang ke Polsek Pabuaran untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Kedua pelaku dijerat Pasal 365 KUHP juncto Pasal 351 KUHP dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun kurungan penjara," pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini