''Jika boleh mengkritik, kenapa saya dipaksa untuk minta maaf. Sementara saya selaku masyarakat juga tidak ada mendapatkan perlindungan dan didampingi kuasa hukum,'' jelas Apip.
Tidak hanya itu, Apip juga meminta pertolongan Najwa Shihab dan pengacara kondang Hotman Paris, atas tindakan yang telah dialaminya tersebut. Sebab dirinya, hanya ingin memberikan ktitik jika tidak setuju dengan masa jabatan kades 9 tahun.
''Saya hanya mengktitik sesuai dengan apa yang terjadi. Saya juga minta bantuan dari Najwa Shihab dan pengacara Hotman Paris atas apa yang saya alami ini,'' pungkas Apip.
Ketua DPD Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Provinsi Bengkulu, Ridwan Agustian menjelaskan, surat yang dilayangkan ke konten kreator Apip Nurahman, pada Minggu 29 Januari 2023, tersebut memang datang dari DPD PAPDESI Provinsi Bengkulu.
Namun, kata Ridwan, surat itu tidak jadi digunanakan untuk menggelar pertemuan pada Senin 30 Januari 2023, di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bengkulu Selatan.
Di mana, pertemuan antara PAPDESI, APDESI dan konten kreator dibatalkan. Namun, pada Senin 30 Januari 2023, malam. Undangan kembali dikirim APDESI, bukan dari PAPDESI. Undangan tersebut hanya di dalam group percakapan WhatsApp. Tidak ada secara resmi seperti yang sudah dibuat PAPDESI.
''Iya, memang surat pertama itu kita yang buat PAPDESI Provinsi Bengkulu. Tapi, surat itu batal untuk mengelar pertemuan hari Senin 30 Januari 2023. Undangan yang permintaan maaf kedua itu dari APDESI. Pembatalan itu datang dari APDESI Bengkulu Selatan, bukan dari PAPDESI,'' kata Ridwan, saat dikonfimasi.
Ridwan menyebut, tidak ada mempersoalkan tentang video yang beredar atau dibuat dengan konten kreator tersebut. Ridwan menilai, jika ini sebuah kritikan. Dirinya pun sudah melihat video tersebut, tidak ada persoalan dalam konten tersebut.
''Saya melihat ini masih wajar. Hal yang biasa saja, jika ada yang pro dan kontra. Yang meminta memaksa minta maaf itu dari APDESI, bukan dari PAPDESI. Kalau dari kita sudah bisa menerima atas isi dalam video dan menganggap masih wajar,'' jelas Ridwan.
Ridwan, dari APDESI menilai dalam konten yang dibuat Apip tersebut terdapat menyinggung dan membawa anak dan istri. Sehingga dari APDESI menjadi geram. Dari hal tersebut APDESI tidak terima dan meminta Apip untuk meminta maaf.