BENGKULU - Sebuah video unggahan di media sosial (Medsos), mengkritisi masa jabatan Kepala Desa (Kades), viral di platform TikTok. Video itu dibuat pemilik akun @apipnurahman.
Dalam video berdurasi 02.40 detik itu, pemilik akun menyampaikan kritik ke Kepala Desa yang menggelar aksi unjuk rasa di DPR RI untuk memperpanjang masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun.
Terkait dengan video viral tersebut, Apip pun diminta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Kabupaten Bengkulu Selatan, meminta untuk meminta maaf.
Surat dengan nomor :002/DPD-PAPDESI/BKL/2023, dan ditantangai Ketua dan Sekretaris dengan stempel basah ini tertulis, ''Sehubungan dengan beredarnya video di Youtube tentang kepala desa maka dengan ini kami meminta kepada saudara Apip untuk mengklarifikasi video yang dibuat dan juga meminta maaf kepaada seluruh kepala desa se Indonesia, terkhusus kepala desa se Bengkulu Selatan melalui media sosial yang ada. Bila tidak dilakukan kami kepala desa akan melakukan upaya hukum yang berlaku'' isi dalam surat yang diterima Apip, pada Minggu 29 Januari 2023.
Surat itu, kata Apip, diterimanya pada Minggu 29 Januari 2023. Di mana dia diminta untuk meminta maaf dan membuat klarifikasi atas konten video yang telah dibuat. Namun, dalam surat tersebut tidak ada memberikan penjelasan alasan untuk permintaan maaf tersebut.
''Saya terima surat itu, isinya untuk meminta maaf dan klarifikasi. Jika tidak maka kades akan melakukan upaya hukum yang berlaku, itu isi dalam suratnya,'' jelas Apip.
Pada Senin 30 Januari 2023, malam, sekira pukul 20.00 WIB. Apip, konten kreator ini menjadapatkan teror dan salah satu nomor Handphone yang mengaku sebagai kades. Malam itu, cerita Apip, ditelepon seseorang yang mengaku kades.
''Saya Kades. Kamu jangan main-main. Kamu orang mana? mau kamu apa?'' ingat Apip, menirukan seseorang yang mengaku kades ketiak di telepon.
Saat di telepon, kata Apip, dirinya sempat bertanya. ''Ini kades mana? Kalau memang kades, masa tidak ada tata cara?, tidak ada pake salam'' ingat Apip, ketika menjawab pertanyaan seseorang yang mengaku kades tersebut melalui sambungan telepon.
Di mana ketika di telepon itu, terang Apip, penelpon gelap ini menggunakan suara dengan nada tinggi.
''Saya menduga yang menelpon saya itu bukan kades, dan telepon itu dimatikan oleh dia secara sendirinya,'' kata Apip.