ANTAKYA - Regu penyelamat pada Senin (13/2/2023) berhasil mengeluarkan hidup-hidup seorang wanita dari bawah puing setelah terperangkap selama satu pekan setelah gempa dahsyat magnitudo 7,8 mengguncang Turki dan Suriah yang menewaskan lebih dari 33.000 orang.
Menurut siaran CNN Turki, wanita bernama Sibel Kaya dan berusia 40 tahun itu diselamatkan di selatan Propinsi Gaziantep sekitar 170 jam setelah gempa pertama mengguncang kawasan tersebut.
Selain Sibel Kaya, regu penyelamat di Kahramanmaras juga berhasil menyelamatkan seorang ibu bersama seorang anak perempuan dan bayi dari reruntuhan.
Seiring semakin kecilnya harapan menemukan korban selamat, sampai Minggu (12/2), jumlah korban sudah mencapai lebih dari 33.000 dan tidak tertutup kemungkinan angka ini terus bertambah.
BACA JUGA: Telah Mengecewakan Orang-Orang di Suriah, PBB Akui Gagal Kirim Bantuan untuk Korban Gempa
Ini adalah gempa bumi terparah yang melanda Turki sejak 1939.
Pada Minggu (12/2/2023), tim penyelamat dari Rusia, Kyrgyzstan dan Belarus berhasil menarik seorang pria dalam kondisi selamat dari reruntuhan sekitar 160 jam setelah gempa melanda, kata Kementerian Tanggap Darurat Rusia.
"Proses penyelamatan untuk mengeluarkan pria itu dari puing-puing berlangsung lebih dari empat jam," kata kementerian tersebut dalam platform pesan Telegram, di samping video yang menunjukkan penyelamat menarik seorang pria dari puing-puing dan membawanya pergi.