"Pekerjaan itu dilakukan malam hari dengan risiko nyawa karena ada kemungkinan runtuhnya struktur,” lanjutnya, dikutip Antara.
Di distrik pusat salah satu kota terparah, Antakya di Turki selatan, pemilik bisnis mengosongkan toko mereka pada Minggu (12/2/2023) untuk mencegah barang dagangan mereka dijarah.
Penduduk dan pekerja bantuan yang datang dari kota-kota lain menyebutkan kondisi keamanan yang memburuk menyusul laporan bahwa banyak bisnis yang tersebar luas dan rumah-rumah yang roboh dijarah.
Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan pemerintah akan menindak tegas penjarah. Erdogan dikritik karena proses penanganan gempa bumi yang lamban, padahal dia menghadapi pemilu yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang.
Kondisi yang terjadi saat ini diperkirakan menjadi tantangan terberat dalam dua dekade kekuasaan Erdogan.