Pelajaran yang dipetik di Thwaites hampir pasti berlaku untuk semua gletser lain di wilayah yang juga mengalami penyusutan, tambah Dr Davis.
Dua makalah ilmiah yang menggambarkan karya tersebut diterbitkan minggu ini di jurnal ilmiah Nature. Satu berfokus pada Icefin, yang lainnya pada profiler lubang bor.
Salah satu penulis yang berkontribusi pada makalah Icefin adalah Prof David Vaughan, mantan direktur sains di BAS, yang kematiannya diumumkan oleh badan kutub minggu lalu.
Selama lebih dari 35 tahun, Prof Vaughan telah membangun reputasi yang luar biasa sebagai salah satu ahli glasiologi terkemuka di dunia.
Dia memperjuangkan proyek Inggris-AS Thwaites dan menjadi wakil pemimpinnya sampai mundur karena sakit.
Perjalanannya untuk melihat penelitian yang dijelaskan dalam dua makalah pada Rabu (15/2/2023) adalah ekspedisi terakhirnya ke selatan.
"David adalah seorang ilmuwan yang brilian, bijaksana dan menarik yang menjadi panutan bagi banyak orang. Dia adalah pemimpin di lapangan, membuat wawasan geofisika penting tentang lapisan es Antartika dan bagaimana perubahannya,” terang Prof Helen Fricker, dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, yang saat ini berada di Antartika.
"Dia memimpin dengan bermartabat, anggun, humor, dan kasih sayang, dan secara aktif mendukung para ilmuwan muda, terutama kaum minoritas. Sains Antartika telah kehilangan seorang pahlawan sejati dan dia akan sangat dirindukan,” lanjutnya.
(Susi Susanti)