TERNATE – Pencairan yang dilakukan Basarnas Ternate terhadap salah seorang anak buah kapal (ABK) Kapal Sabrina Fair yang jatuh ke laut masih belum membuahkan hasil. ABK itu dilaporkan jatuh di Perairan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) pada Kamis, (18/5/2023).
Berikut beberapa fakta terkait upaya pencarian ABK tersebut:
BACA JUGA:
1. Basarnas berkoordinasi dengan berbagai instansi
Dalam upaya pencarian tersebut, Basarnas melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi. Pencarian terhadap ABK itu dilakukan segera setelah Basarnas menerima laporan terkait insiden tersebut.
"Setelah mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, kemudian menerjunkan personel yang melibatkan anggota Lanal Ternate dan Polairud Polda Malut ke lokasi dengan menggunakan kapal Pandu Dewanata untuk melakukan pencarian korban," kata Kepala Basarnas Ternate Fathur Rahman di Ternate, dikutip dari Antara, Sabtu (20/5/2023).

Pencarian ABK WN Asing yang Terjatuh di Perairan Ternate Belum Membuahkan Hasil
2. Jatuh dalam perjalanan ke Australia
ABK itu diketahui jatuh ketika Kapal Sabrina Fair berbendera Liberia berlayar dari Jepang tujuan Australia melewati wilayah Malut. Salah seorang ABK melaporkan bahwa rekan mereka jatuh dari atas kapal.
3. Hilang di perairan Batang Dua
Menurut Fathur, ABK tersebut terjatuh di perairan Batang Dua pada koordinat diduga 1°54'0.00"N / 126°40'0.00"E dengan jarak ± 83.18 NM dan Radian 331.34° dari Kantor Basarnas Ternate.
Fathur mengatakan bahwa setelah mendapat laporan pada Kamis pukul 17.45 WIT, Basarnas Ternate berkoordinasi dengan Basarnas Command Center (BCC) Untuk Pemapelan dan E-Broadcasting. Pada pukul 17.55 WIT, Basarnas Ternate Berkoordinasi Dengan KSOP Ternate untuk bantuan pemapelan.
4. Belum ada tanda-tanda dari korban
Pencarian yang dilakukan Basarnas hingga Jumat, (19/5/2023) sekira pukul 17.00 WIT belum membuahkan hasil. Basarnas kembali melanjutkan pencarian di hari ketiga, pada Sabtu di lokasi diduga jatuhnya korban, namun sejauh ini belum ada tanda-tanda dari korban.
"Belum ada tanda-tanda korban ditemukan, sehingga upaya kita melaksanakan pencarian sejauh kurang lebih sekitar 100 Nauticale mile dari titik duga jatuhnya korban," kata Fathur.
Ia berharap di perairan itu cuacanya baik, sehingga bisa memudahkan tim SAR gabungan dalam pencarian korban dan korban bisa ditemukan.
(Rahman Asmardika)