JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan gaya politik Soekarno adalah politik akar rumput.
Hal tersebut disampaikan Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato di puncak peringatan Bulan Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta Pusat pada Sabtu (24/6/2023).
BACA JUGA:
Ia menyebutkan kepada seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan, bahwa politik di kepemimpinan Soekarno itu harus bergerak ke bawah, ke rakyat, ke akar rumput.
"Jadi rakyat akar rumput itu tidak pernah bisa dipunahkan saudara-saudara, ingat itu. Makanya pada 17 Agustus 1945, saya tanya ke bapak saya, waktu itu takut apa tidak, kan dijajah Jepang, Belanda dibantu sekutu masih ada," ujar Megawati Soekarnoputri.
BACA JUGA:
Megawati menyebutkan ayahnya Soekarno kemudian menjawab meskipun ada rasa takut, namun semangat kemerdekaan akan mewujudkan persatuan Indonesia dan merdeka dari kolonial.
"Saya takut, tapi saya yakin, setelah proklamasi didengungkan, Indonesia menjadi negara merdeka, berdaulat, dan bebas aktif," terangnya.
Selain itu Megawati menyebutkan pentingnya politik yang memihak pada rakyat kecil, miskin, lemah, dan tertindas.
"Jangan lupa loh. Di tangan Bung Karno, politik bergerak, harus ada di akar rumput. Tuhan bersemayam di gubuk-gubuknya rakyat miskin," lanjut Megawati Soekarnoputri.
Hal inilah yang disebut Megawati menjadi fokus perjuangan partainya dalam mewujudkan kemenangan dalam setiap Pemilu.
"Tata politik seperti inilah yang dipahami PDI Perjuangan, maka dalam rakernas kemarin kami mengangkat kembali perintah Konstitusi bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara," tegas Megawati Soekarnoputri.
Megawati memerintah seluruh jajarannya untuk turun ke bawah secara nyata dan berkelanjutan dalam memenangkan hati rakyat kecil.
"Itu menjadi pegangan kita supaya bisa menang kembali. Datangi rakyat, tanya kesulitan mereka, anak-anak dirangkul, datangkan harapan dan bantu mereka. Tapi kalau tidak mau turun tidak akan pernah tahu," lanjut Megawati.
Megawati mengaku sudah mewanti-wanti kepada Presiden RI Joko Widodo untuk menangani stunting dan kemiskinan ekstrim secara serius.
"Indonesia di 2045 akan menjadi Indonesia emas kalau stunting nol. Jadi bagaimana, banyak yang bisa kita lakukan untuk mengangkat (menghilangkan) kemiskinan. Kemiskinan ekstrim harus dihilangkan, tidak boleh ada korupsi lagi. Akses terhadap pendidikan, sarana kesehatan, kebijakan sosial negara, jika itu dilakukan, maka di gubuk-gubuk orang miskin itulah ada Allah SWT," pungkas Megawati Soekarnoputri.
BACA JUGA:
Sebagaimana diketahui, puncak peringatan Bulan Bung Karno 2023 dilaksanakan pada Sabtu (24/6/2023) dengan dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
Selain Jokowi, hadir pula Wapres Ma'ruf Amin dan Kabinet Indonesia Maju. Sedangkan sejumlah pimpinan partai politik juga tampak hadir di lokasi.
Pimpinan partai politik yang hadir dalam puncak peringatan Bulan Bung Karno diantaranya yakni Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo, dan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.