Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pencarian WNA Swiss Terseret Ombak Laut Malang Selatan Belum Membuahkan Hasil

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 11 Juli 2023 |00:02 WIB
Pencarian WNA Swiss Terseret Ombak Laut Malang Selatan Belum Membuahkan Hasil
Foto: Avirista Midaada
A
A
A

MALANG - Pencarian tiga wisatawan terseret ombak di pesisir laut selatan Kabupaten Malang pada hari ketiga belum membuahkan hasil. Pencarian hari ketiga pada Senin (10/7/2023) ini pun dihentikan dan dilanjutkan pada Selasa 11 Juli 2023.

Pantauan di posko utama Pantai Jembatan Panjang Malang, petugas pencari gabungan mulai merapat ke lokasi menjelang Senin (10/7/2023) sore. Sementara cuaca di pesisir selatan Kabupaten Malang juga tampak terlihat kian tak bersahabat. 

Ombak begitu besar, bahkan hingga ketinggian dua meter lebih. Sedangkan angin juga bertiup kencang menjadikan proses pencarian semakin terkendala. 

BACA JUGA:

10 Tragedi Mengenaskan Kapal Tenggelam Terkenal di Dunia 

"Sampai dengan hari ini saat ini masih nihil, belum ada tanda-tanda ditemukan korban," kata Kepala Basarnas Surabaya Muhamad Hariyadi, ditemui pada Senin.

Hariyadi menuturkan, sepanjang hari ketiga pencarian tim penyelamat gabungan memperluas sektor pencarian dan menambah regu pencarian satu lagi. Bahkan pencarian juga melibatkan dua unit pesawat terbang jenis Cassa dan helikopter colibri dari Lapangan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh, Malang.

Kedua pesawat dan helikopter itu tampak terbang rendah sepanjang hari Senin pagi hingga siang hari. Tercatat ada lima kali kedua armada terbang itu bolak-balik dari timur ke barat, maupun sebaliknya. 

 BACA JUGA:

"Kita juga didukung dengan modal Abdurrahman Saleh dengan dua pesawat, seperti kita lihat tadi pagi ada Cassa dan colibri, helikopter jenis colibri dari Lanud Abdul Rachman Saleh juga mendukung kegiatan operasi," ucapnya lagi.

Keduanya terbang rendah dengan ketinggian 150 - 200 meter di atas pesisir pantai selatan. Sedangkan di laut, perahu-perahu kecil dari tim gabungan, relawan kebencanaan, dan nelayan setempat juga terkendala besarnya ombak. Pencarian juga dilakukan di daratan dengan menelusuri garis pantai di pesisir selatan Kabupaten Malang. "Belum ada tanda-tanda (penemuan barang atau apapun dari korban)," ucapnya.

Nantinya proses pencarian bakal dilaksanakan hingga hari ketujuh sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Bila tak kunjung ditemukan, maka operasi pencarian akan diakhiri dan dilanjutkan dengan operasi pemantauan.

"Intinya operasi SAR dinyatakan selesai apabila tidak ditemukan, kita tetap melaksanakan sampai hari ketujuh sesuai SOP. Apabila ada perkembangan-perkembangan tidak menutup kemungkinan proses tetap kita lanjutkan, bukan berarti operasi SAR dihentikan, bahwa dilanjutkan dengan pemantauan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada total lima orang wisatawan yang hilang terseret ombak. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi (8/7/2023) sekitar pukul 08.00 WIB. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement