Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketua DPD RPA Perindo Jakpus Ungkap Penyebab Masih Banyak Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak

Syifa Fauziah , Jurnalis-Sabtu, 05 Agustus 2023 |11:25 WIB
Ketua DPD RPA Perindo Jakpus Ungkap Penyebab Masih Banyak Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak
Ketua DPD RA Perindo Jakpus Mirna Andi bicara penyebab banyaknya kekerasan seksual pada anak dan remaja
A
A
A

JAKARTA - Ketua DPD RPA Perindo Jakarta Pusat yang juga Bacaleg DPRD DKI Jakarta Dapil 1 Partai Perindo Mirna Andi, bicara soal kekerasan seksual pada anak dan remaja.

Ia pun mengutarakan penyebab kasus tersebut masih sering terjadi. Kasus kekerasan seksual pada anak dan remaja memang sangat mengkhawatirkan saat ini. Menurut data tahun 2022 saja, Indonesia mengalami peningkatan kasus kekerasan seksual dua kali lipat, dari 4 ribu jadi 9,5 ribu kasus.

Sebagai calon penerus bangsa, kejadian seperti ini berdampak buruk bagi mental anak dan remaja. Belum lagi mereka mengalami trauma mendalam hingga usia dewasa.

 BACA JUGA:

Bacaleg DPRD DKI Jakarta Dapil 1 Partai Perindo Mirna Andi mengatakan hal itu disebabkan karena adanya kurang pengawasan dari orang tua. Mereka kurang peduli bahwa di sekitar mereka banyak pelaku kejahatan.

"Banyak orang tua yang sebenarnya juga kurang paham karena tidak adanya sosialisasi. Sekarang jamannya kalau ada yang pengen tahu, disangkanya kepo, padahal hal itu perlu untuk mengurangi hal seperti itu," ujar Mirna dalam Podcast Aksi Nyata bertajuk 'Indonesia Darurat Kekerasan Seksual Pada Anak dan Remaja', Jumat (4/8/2023).

Lebih lanjut, Mirna mengatakan bahwa hal yang membuat miris adalah banyak pelaku kejahatan seksual pada anak dan remaja, pelakunya justru orang-orang terdekat korban.

"Mungkin (orang tuanya) terlalu percaya ke saudaranya atau orang terdekatnya. Mungkin nggak sekali orang tua nitipin anaknya dan jadi ketrigger untuk melakukan tindakan itu," Mirnam menambahkan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement