Setelah diangkat menjadi wakil presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah ke berbagai lembaga pendidikan tinggi. Pada 12 Juli 1947, Hatta mengadakan Kongres Koperasi pertama (yang ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia) dan Bung Hatta dinyatakan sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Pada 1955, Bung Hatta mengumumkan bahwa parlemen dan Konstituante telah terbentuk dan ia akan mengundurkan diri karena menurutnya dalam pemerintahan parlementer kepala negara hanyalah simbol dan oleh karena itu wakil presiden tidak diperlukan lagi.
Setahun kemudian, pada 23 November 1956 ia menulis surat yang berisi bahwa ia ingin mengundurkan diri menjadi Wakil Presiden pada 1 Desember 1956. Setelah 11 tahun menjabat sebagai wakil presiden, DPR mengabulkan permintaan Hatta mengundurkan diri pada sidang DPR 30 November 1956.
Bung Hatta menikah pada 18 November 1945 dengan Rachim Rahmi di Desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida. Pada 14 Maret 1980 pukul 18.56 Bung Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo setelah dirawat selama 11 hari. Beliau disemayamkan di rumahnya di jalan Diponegoro 57, Jakarta dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.