Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HUT ke-78 TNI: 7 Gubernur DKI Berlatar Belakang Militer, Nomor 1 Jenderal Kopassus Ahli Perang Gerilya

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 04 Oktober 2023 |10:18 WIB
HUT ke-78 TNI: 7 Gubernur DKI Berlatar Belakang Militer, Nomor 1 Jenderal Kopassus Ahli Perang Gerilya
Sutiyoso Saat Masih Aktif di TNI/ist
A
A
A

JAKARTA Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 TNI akan digelar pada 5 Oktober 2023 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Adapun tema HUT ke-78 TNI yaitu 'TNI Patriot NKRI Pengawal Demokrasi Untuk Indonesia Maju' yang bermakna bahwa TNI sebagai komponen utama pertahanan negara yang terdiri tiga matra akan selalu solid, kokoh dan loyal kepada Bangsa dan Negara.

Tidak hanya itu, TNI juga akan terus mengawal demokrasi bersinergi dengan seluruh komponen bangsa Indonesia. Tujuannya adalah untuk Indonesia yang maju, mandiri dan sejahtera.

Di sisi lain, sejumlah tokoh TNI pernah menempati kursi gubernur DKI Jakarta. Bahkan salah satunya dari pasukan Korps Baret Merah Kopassus.

Berikut ini 7 gubernur DKI Jakarta yang berlatar belakang militer dilansir beragam sumber, Rabu (4/19/2023).

1.Sutiyoso

Letnan Jenderal (Purn) TNI Sutiyoso adalah purnawirawan jenderal bintang tiga yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama dua periode, yaitu dari tahun 1997 hingga 2007. Selama berkiprah di militer, Sutiyoso pernah menjabat sebagai Asisten Personel, Asisten Operasi, dan Wakil Komandan Jenderal Kopassus pada 1988 hingga 1992. Pada tahun 1994, dia terpilih sebagai komandan resimen terbaik ketika menjabat sebagai Kepala Staf Kodam Jaya.

Sejak bergabung di Korps Baret Merah Kopassus, berbagai tugas operasi telah dijalaninya, mulai dari operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) hingga operasi klandestin di Timor Timur (Timtim).

Sutiyoso langsung di terjunkan dalam operasi penumpasan pemberontak Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) di pedalaman belantara hutan Kalimantan sebagai Komandan Pleton (Danton) combat intelligence atau intelijen tempur.

Sebagai Gubernur DKI, Sutiyoso dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Dia kerap membuat kebijakan polemik, seperti peluncuran bus TransJakarta yang sempat ditentang beberapa pihak karena mengurangi jalur jalan. Pada 2007, Sutiyoso mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2007 tentang peniadaan semua ternak unggas di permukiman.

2. Soerjadi Soedirdja

Letnan Jenderal (Purn) Soerjadi Soedirdja menjabat sebagi Gubernur DKI Jakarta pada 1992 hingga 1997. Lulusan Akademi Militer 1962 ini pernah bertugas Kasdam IV Diponegoro Jawa Tengah dari tahun 1986 hingga 1988. Setelah itu, dia dipercaya menjadi Pangdam Jaya hingga 1990. Terakhir, Soerjadi ditugaskan menjadi Asisten Sospol ABRI sampai 1992.

Saat terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Soerjadi membuat berbagai kebijakan yang masih dapat dirasakan hingga saat ini, seperti pembangunan rumah susun, memperbanyak kawasan hijau, serta membangun jejaring jalan tol dalam kota dan luar kota.

3. Soeprapto

Raden Soeprapto merupakan Gubernur DKI Jakarta periode 1982 sampai 1987. Ia juga berasal dari kalangan militer. Selama berkarier di ranah militer, Soeprapto pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Infanteri, Wakil Komandan Batalyon, hingga Pangdam XVII Udayana.

Konsep yang digunakan Soeprapto saat menjabat Gubernur DKI adalah stabilitas, keamanan, dan ketertiban. Dia juga dikenal dengan Master Plan DKI Jakarta untuk periode 1985-2005, yang kini dikenal dengan Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Bagian Wilayah Kota. Salah satu upaya Soeprapto yang paling terkenal adalah gagasannya mengenai rencana pembangunan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat (kini masuk kawasan Tangerang).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement