Dalam pidatonya yang diiringi oleh teriakan dan dukungan massa, DN Aidit mengatakan jika CGMI tidak bisa membubarkan HMI, maka sebaiknya kalian memakai kain seperti perempuan.
Perkataan Aidit pun disambut teriakan anggota CGMI, “Bubarkan HMI, Bubarkan HMI!”.
Ucapan Aidit tentunya membuat siapa saja yang mendengarnya terkejut. Massa tentunya tahu siapa yang dimaksud oleh Aidit, namun tidak ada satupun yang berani menatap Bung Karno.
Sebagai informasi, pada saat itu Soekarno telah memiliki lima orang istri, yakni Fatmawati, Hartini, Ratna Dewi, Haryati, dan Yurike.
Meski demikian, Soekarno dengan tenang meninggalkan acara tersebut tanpa sepatah kata terucap. Menariknya, ucapan DN Aidit dilakukan setelah beberapa bulan sebelumnya tampil mesra dengan Soekarno dalam HUT PKI ke-45 dan penganugerahan penghargaan Bintang Mahaputera yang diberikan kepada Aidit.
Sebelumnya, DN Aidit juga pernah menyindir bahwa rakyat Indonesia sudah menjadi satu dan sosialisme telah terwujud. Sehingga Pancasila tidak dibutuhkan lagi.
Kritik tersebut akhirnya dibalas oleh Soekarno dengan menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila.
Demikian Kisah DN Aidit, Pimpinan PKI yang Berani Permalukan dan Sebut Soekarno sebagai Pemimpin yang Punya Banyak Istri.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.