Pemandangan mengerikan
Kalau boleh memilih, untuk terlibat atau tidak terlibat konflik, melihat atau tidak melihat, maka sebaiknya orang awam seperti kita janganlah pernah terlibat dan melihat kejadian seperti yang terjadi di Rumah sakit Al - Shifa ini. Sungguh sadis. Kenapa? Kesaksian orang yang berada di dalam rumah sakit seperti telah diungkap oleh Al Jazeera, Ini sungguh sangat mengerikan, mengiris iris hati nurani dan akal sehat bagi manusia yang beradab.
Pihak rumah sakit, melalui Dr Mokhallalati, seorang ahli bedah yang kebetulan dia juga sedang dirawat sebagai pasien, mendengar persis bagaimana rentetan suara tembakan datang dari semua arah baik dari luar maupun dari semua audut di dalam rumah sakit. Dia menjelesakan pada Al Jazeera, bahwa saat itu ada 100 pasien dalam kondisi kritis, 650 pasien perawatan, dan ada 36 bayi prematur yang dikeluarkan dari inkubator karena ruang pemasok oksigen untuk inkubator tidak ada aliran listrik dan itupun telah hancur ditembaki Israel dalam pengepungan tiga hari sebelumnya.
Ada juga 2.000 sampai 3.000 warga pengungsi yang berlindung, selain 700 tenaga medis yang bertahan si Rumah sakit. Hani Mahmoud dari Al Jazeera juga menjelaskan bahwa tiga bayi telah meninggal.
Orang yang dievakuasi dari Al-Shifa, disuruh duduk di halaman ruma sakit,disuruh melepas seluruh pakaiannya dan diintrogasi ditengah cuaca dingin dan hujan.
“Pasukan Israel telah mencoba membunuh siapa pun yang masuk ke dalam. Tidak ada yang melakukan perlawanan apa pun. Kami tidak melakukan perlawanan apa pun di dalam rumah sakit,” kata jurnalis Jihad Abu Shanab, yang persis berada di dalam kompleks medis yang disampaikan kepada Al Jazeera.
“Pemboman tersebut sangat agresif selama sembilan jam terakhir dengan penembakan terus menerus di seluruh wilayah,” kata Dr Mokhallalati. Dia juga mengatakan tank Israel dengan sangat jelas terdengar mendekati rumah sakit.
Situasi yang menjadi pertanyaan dunia tentang tuduhan bahwa Hamas telah menyalahkan gunakan Al shifa sebagai Markas komando telah dimentahkan. Ternyata, sampai saat ini ini belum ada bukti nyata bahwa rumah sakit tersebut telah digunakan untuk keperluan militer untuk melakukan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober dan menyandera lebih dari 200 orang lalu, yang menyebabkan Israel berketatapan tekat untuk menargetkan aset Hamas.
Disisi yang lain - Pasukan Israel sendiri - sekarang mengatakan bahwa tidak ada indikasi adanya tawanan di dalam rumah sakit. Sementara sampai saat ini evakuasi terus berlanjut. Hal ini disampaikan Sara Khairat dari Al Jazeera dari Yerusalem Timur yang telah diduduki.
Khairat menambahkan bahwa klaim itu bertentangan dengan pernyataan Israel sebelumnya yang mengatakan bahwa mereka tahu persis apa yang mereka targetkan.
"Saat ini Israel memikul beban kepada dunia untuk membuktikan bahwa Hamas memang telah menggunakan al-Shifa untuk tujuan militer" kata Ardi Imseis, pakar hukum internasional di Queen's University di Kanada kepada Al Jazeera.
“Objek penyerangannya adalah objek sipil. Hingga pihak Israel harus memberikan bukti bahwa objek tersebut telah diubah menjadi objek militer, sifat sipil dari objek tersebut tidaklah berubah,” tambahnya.
Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Israel tidak memberikan bukti yang membenarkan pencabutan perlindungan khusus rumah sakit berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.