Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

10 Fakta Mahasiswa IPB Tewas saat Penelitian di Pulau Sempu, Nomor 2 Menyedihkan

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 30 Desember 2023 |03:00 WIB
10 Fakta Mahasiswa IPB Tewas saat Penelitian di Pulau Sempu, Nomor 2 Menyedihkan
Evakuasi jasad mahasiswa IPB di Pulau Sempu (Foto: Ist/Avirista M)
A
A
A

Sementara itu, Kasi Konservasi BKSDA Jawa Timur IV Mamat Ruhimat menjelaskan, status cagar alam membuat Pulau Sempu tidak sembarang orang bisa masuk berwisata. Hal berbeda bila mereka datang bermaksud melakukan penelitian, maka pihaknya wajib memfasilitasi pulau di bawah pengelolaan BKSDA Jawa Timur.

"(Penelitian) bukan bersama BKSDA, tapi di wilayah BKSDA, kalau bersama wajib, kita hanya memfasilitasi saja. Cagar alam itu dijadikan penelitian salah satunya itu, untuk pendidikan, secara aturan diperbolehkan," ucap Mamat Ruhimat.

Selain itu, akses masuk ke Pulau Sempu hanyalah melalui Pantai Sendangbiru, yang menjadi akses dermaga pelabuhan para nelayan.

3. Korban putuskan berpisah dari rombongan

 

Fajar Rizki, teman korban mengungkapkan, saat hari Rabu kemarin itu Galang memutuskan berpisah dari rombongan, dan mengambil sampel penelitian sendiri. Ia memang bersama tiga orang temannya khusus meneliti mengenai herpetofauna, di mana sebelum kejadian teman satu tim Galang yakni Aqil terlebih dahulu melakukan penelitian sendiri.

"Tim herpetofauna ini terdiri tiga orang untuk pengambilan datanya dibagi dua jalur, otomatis tiga orang dibagi dua jalur, dan Galang saat hari H ini ingin mengambil data sendiri, dua orang lain di bagian luar," tuturnya.

Menurutnya, mahasiswa asal Desa Gunung Langit, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara itu ingin mencoba melakukan pengambilan sendiri. Apalagi, temannya bernama Aqil disebut Fajar selama tiga hari sebelumnya yakni pada Senin, 25 Desember 2023 hingga Rabu 27 Desember 2023 mengambil sampel data sendiri.

"Galang ingin mencoba untuk sendiri. Sebelum hari sebelumnya Galang dan Aqil survei di H-1 untuk jalur yang akan diambil penelitian data," bebernya.


2. Korban ditemukan tewas di hari ketiga

Setelah dilakukan pencarian hampir dua hari, keberadaan Galang akhirnya ditemukan. Ia ditemukan di kawasan Teluk Semut, oleh nelayan setempat dan dilaporkan ke tim pencari gabungan.

"Mendapat info dari nelayan sekitar pukul 07.30 WIB, bahwa ada jenazah di sekitar Teluk Semut," ucap Kepala Basarnas Surabaya Muhammad Hariyadi, saat dikonfirmasi pada Jumat pagi.

Kemudian, tim gabungan melakukan pengecekan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 07.50 WIB. Saat ke lokasi memang terdapat jenazah laki-laki yang teridentifikasi merupakan mahasiswa IPB Galang Edhi Swasono.

"Pada pukul 07.50 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 8°26'42.7"S 112°40'51"E. Selanjutnya korban dievakusi menuju ke RSUD Saiful Anwar untuk dilakukan visum," tuturnya.

Lokasi penemuan jasad korban berada di perairan Cagar Alam Pulau Sempu. Lokasinya berjarak sekitar 10 meter dari Dermaga Pantai Sendangbiru, yang membuat tim gabungan melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu.

"Jaraknya dekat dengan dermaga Sendangbiru. Tapi harus menggunakan perahu, karena lokasinya berupa teluk," ucap Kasatpolairud Polres Malang AKP Slamet Subagyo.


1. Dugaan penyebab Galang tewas

"Korban diduga terpeleset dan kemudian jatuh ke telaga. Di situ lokasinya banyak karang-karang," kata Kasatpolairud Polres Malang AKP Slamet Subagyo, saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat, 29 Desember 2023.

Dugaan jatuhnya korban kemudian ditelan ombak di batu karang itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan ke jasad korban saat ditemukan. Saat itu, petugas menemukan sejumlah luka di tubuh mahasiswa berusia 20 tahun tersebut.

"Kalau dari luka yang ada menunjukkan bekas terpeleset dan terjatuh dari karang dan masuk ke dalam laut," kata Bagyo kembali.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement