Dia pun membandingkan ada juga santri yang ikut Pilpres 2024 pada pasangan calon yang lain. Namun kata Yenny santri yang satunya tersebut pernah terjerat kasus hukum.
"Santri yang satunya malah pernah terjerat kasus hukum. Kalau sudah begitu bikin malu para santri. Jadi jangan juga mudah terlena oleh rayuan. Ada santri 24 karat, ada juga santri yang kaleng-kaleng. Ada santri yang menegakan hukum dan ada santri yang tersandung kasus hukum," jelasnya.
"Yang dibutuhkan pemimpin ke depan yang menegakan hukum dan berani melawan koruptor," lanjutnya.
Menurut Yenny kebaranian Mahfud MD dalam melawan koruptor bukan untuk kepentingan dirinya melainkan untuk kepentingan bangsa. Sebab, sikapnya tersebut penuh dengan resiko.
Hal tersebut juga pernah dilakukan Presiden Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid yang juga ayah Yenny Wahid, yang juga tidak mau berkompromi dengan para koruptor sehingga dia dilengserkan dari jabatannya.
"Ada santri yang ketika tidak mau berkompromi dengan koruptor dia dilengserkan, yaitu Gus Dur," katanya.
Yenny pun mengibaratkan andaikan waktu bisa diputar kembali dan disuruh memilih antara mempertahkan kekuasan ayahnya tapi berkompromi dengan koruptor atau dilengserkan dari jabatannya maka dia akan memilih untuk dilengserkan.
"Buat saya, walaupun dilengserkan 100 kali tapi melawan koruptor itu adalah takdir yang yang harus kita jalani. Perjuangan ini untuk Indonesia yang bersih, Indonesia yang berprimanusiaan dan berkeadilan harus ditegakkan," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.