Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tewas di Tangan Senior, Putu Satria Ternyata Dianiaya saat Jam Belajar STIP

Irfan Ma'ruf , Jurnalis-Minggu, 05 Mei 2024 |06:47 WIB
Tewas di Tangan Senior, Putu Satria Ternyata Dianiaya saat Jam Belajar STIP
STIP (Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Polisi mengungkapkan penganiayaan yang menewaskan Putu Satria AR (19), taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta Utara, terjadi saat jam belajar.

Tersangka berinisial TRS (21) mengumpulkan lima juniornya termasuk Putu Satria di kamar mandi kampus untuk memberi hukuman. Putu Satria dapat giliran pertama, ia dihajar oleh TRS di bagian ulu hati hingga tak sadarkan diri.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian mengatakan bahwa saat itu masih dalam jam pelajaran.

 BACA JUGA:

"Untuk tingkat dua memang lagi ada kegiatan pelajaran, untuk tingkat satu saat itu kegiatannya olahraga," kata Hady Minggu (5/5/2024).

Saat itu korban bersama lima orang mahasiswa tingkat satu STIP Jakarta akan diberi sanksi oleh seniornya di tingkat dua karena dinilai melakukan kesalahan. Namun hanya satu orang yang menerima pukulan hingga menyebabkan korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia

"Si korban ini bersama teman-teman nya ini, lima orang lah mereka itu menuju ke kamar untuk memanggil rekan-rekan nya yang tertinggal atau tidak mengikuti kegiatan olah raga. Begitu turun, ketemu sama tingkat dua, mungkin ada yang salah, dilihatnya menggunakan pakaian olahraga, dipanggil oleh senior-senior nya itu," jelasnya.

Putu menyebut pekulan pada bagian dada yang berdampak pada rusaknya jaringan paru-paru. Setelah dianiaya dan pingsan tersangka panik dan mencoba menolong dengan menarik lidah korban.

 BACA JUGA:

"Karena panik lihat si korban tumbang, dia berusaha mencoba membantu, dia memerintahkan untuk (anak) tingkat satu yang ada di kamar mandi itu pergi, keluar dari kamar mandi," kata Hady.

"Kemudian dia berusaha memberi bantuan dengan cara memasukkan tangannya ke mulut (korban) kemudian menarik lidahnya," jelasnya.

Namun, bukannya mengalami perbaikan atas bantuan malah kondisi korban semakin memburuk. Akibat lidah yang ditarik secara paksa membuat sisa makanan naik ke atas tartarik membuat organ pernapasan tertutup.

"Karena penarikan pada lidah itu sehingga organ pernapasan atau oksigen tertutup, oksigen itu tidak masuk sesuai dengan biasa ya, jadi itu," beberenya.

Sebelumnya, polisi menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Diduga, korban tewas usai dianiaya seniornya.

"Kami menyimpulkan tersangka tunggal di dalam peristiwa ini, yaitu saudara TRS. Salah satu taruna STIP Cilincing tingkat 2," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion kepada wartawan, Sabtu (4/5/2024).

Gidion menjelaskan, korban merupakan junior dari tersangka. Pasalnya, korban masih taruna tingkat 1. Penetapan tersangka itu setelah polisi melakukan gelar perkara pada hari ini.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement