BOGOR - Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan makanan massal di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Sebanyak 5 orang saksi telah diperiksa terkait kejadian ini.
"Kami telah melakukan serangkaian tindakan penyelidikan berupa pemeriksaan saksi-saksi yang berjumlah 5 orang dan memang ada kendala saat pemeriksaan saksi-saksi, yang mana para saksi ini masih mengalami sakit dan tidak bisa kami ambil keterangannya," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara dalam keterangannya, Rabu (5/6/2024).
Selain itu, polisi juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terkait sampel sisa makanan dan muntahan para korban untuk dilakukan uji laboratorium. Sedangkan, terkait korban yang meninggal dunia berinisial AS (24) pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi.
"Namun demikian kami tetap melakukan tindakan penyelidikan, sehingga kami bisa memperoleh informasi yang tepat terkait dengan peristiwa ini apakah ada unsur kelalaian atau murni memang karena musibah," pungkasnya.
Sebelumnya, puluhan warga Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor diduga keracunan makanan massal sejak Senin 3 Juni 2024. Hingga kemarin, tercatat jumlahnya mencapai 93 orang dan satu orang di antaranya meninggal dunia.
Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor masih melakukan investigasi dan lainnya terkait kejadian tersebut. Termasuk masih memastikan penyebab kematian dari warga yang meninggal dunia.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.