BOGOR - Kokom Komariah (53), ibu asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor tak kuasa menahan tangis rindu akan sang anak yang hilang kontak setelah bekerja di laut. Kokom pun menceritakan kronologi dari awal anaknya yang bernama M. Amal Marup (19) berangkat bekerja dari lowongan yang didapatnya di media sosial Facebook.
Ditemui wartawan di Polres Bogor, Kokom bercerita awalnya sang anak pergi meninggalkan rumah pada 23 April 2024. Ketika itu, Kokom mengira bahwa sang anak pergi ke sekolah tetapi tak kunjung pulang.
"Pada 23 April 2024 M. Amal Marup sekitar pukul 09.00 WIB pagi pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada orangtua, yang saya kira Amal Marup pergi ke sekolah. Namun hingga malam hari Amal belum juga pulang ke rumah," kata Kokom kepada wartawan, Jumat (21/6/2024).
Kemudian, keesokan harinya tepatnya pada tanggal 24 April 2024, keluarga mulai mencari keberadaan Amal kepada rekan-rekannya. Akan tetapi, masih belum mendapatkan kabar keberadaan buah hatinya.
"Sekitar pukul 10.00 WIB pagi, saya mengecek kamar Amal dan saya menemukan sepucuk surat yang berisi pesan Amal kepada saya yang hendak bekerja membantu kedua orangtua. Tanpa menulis kemana tujuan Amal akan pergi bekerja," ungkapnya.
Pada tanggal 25 April 2024, Amal memberikan kabar melalui telepon, bahwasanya Amal sudah di berada kapal nelayan Muara Baru Jakarta yang siap melaut dengan seseorang yang dikenalinya dari Facebook. Selama beberapa hari sebelum melaut, Amal bercerita sempat menginap di rumah orang tersebut.
"Selang seminggu kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Mei 2024 Amal kembali memberikan kabar melalui sambungan telepon bahwasanya Amal berada di Karawang Barat dan sedang bekerja di kapal nelayan dan Amal juga mengirimkan voice note yang berisi permintaan pulang dan minta dijemput," terangnya.
Kemudian, Amal juga memberikan informasi jika saya ingin berkomunikasi melalui nomor telepon pria yang dikenalnya melalui Facebook. Selang beberapa hari kemudian, pria tersebut menelpon dengan iming-iming akan memulangkan Amal dari kapal nelayan.
"Namun dia malah meminta uang kepada saya sebesar Rp 350.000 dengan alasan untuk mengantarkannya ke Bos Amal. Lalu saya, mengiyakan permintaan nya dengan mentransfernya melalui rekening anak kandung keempat saya (kakak Amal) yang bernama Asep Juberi," bebernya.