Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Muchtar Effendi, Pengacara Pegi Ternyata Eks Pasukan Elite TNI Pembebas Sandera Mapenduma dengan Prabowo

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 11 Juli 2024 |13:56 WIB
Muchtar Effendi, Pengacara Pegi Ternyata Eks Pasukan Elite TNI Pembebas Sandera Mapenduma dengan Prabowo
Muchtar Effendi Pengacara Pegi Setiawan/tangkapan layar
A
A
A

 

JAKARTA – Sosok Muchtar Effendi, Pengacara Pegi Setiawan yang ternyata mantan Pasukan Elite TNI pembebas sandera Mapenduma bersama Prabowo Subianto akan diulas lengkap dalam artikel ini.

Muchtar Effendi ternyata merupakan mantan prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Saat aktif menjadi tentara, dia berdinas di Batalyon Infanteri Para Raider 330/Tri Dharma. Muchtar masuk TNI AD melalui jalur Tamtama pada tahun 1991.

"Saya itu dulunya TNI Angkatan Darat Kostrad di Batalyon kalau dulu namanya ya Batalyon Infanteri Lintas Udara 330 yang ada di Cicalengka," ujar Muchtar dikutip dari 'Kang Dedi Mulyadi Channel', Kamis (11/7/2024).

Muchtar sempat menjalani pendidikan penerjunan di Kopassus pada tahun 1992. Selanjutnya, pada tahun 1994-1995, dia ditugaskan dalam operasi di Timor Timur. Saat itu, dia di bawah pimpinan Komandan Pleton, Tandyo Budi Revita. Saat ini Tandyo berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) dan menjabat Wakasad.

“Alhamdulillah dengan bapak Wakasad, dia Danton saya waktu di Timor-Timur, saya ajudannya,”ucapnya.

Setahun kemudian, Muchtar dipercaya terjun ke Papua untuk membebaskan sandera dalam Operasi Mapenduma di bawah pimpinan Prabowo yang saat itu berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Operasi Mapenduma adalah operasi militer membebaskan 26 peneliti yang tergabung pada Ekspedisi Lorentz 95. Mereka disandera oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka) pimpinan Kelly Kwalik.

“Tahun 1996 sata bertugas dengan Prabowo ikut pembebasan sandera. Kopassus itu bersama dengan batalyon kami. Saya yang ngambil langsung sandera, saya,"ungkapnya.

Berkat prestasinya di medan tempur Operasi Mapenduma membebaskan sandera, Muchtar mendapat penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

"Pada saat 96 itulah saya mendapatkan penghargaan naik pangkat karena di medan tempur, karena berhasil membebaskan sandera. Pulang dari Irian dikasih penghargaan lagi oleh panglima, sekolah tanpa tes, sekolah Bintara tanpa tes,"tuturnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan Bintara, Muchtar mengikuti berbagai operasi tempur lainnya, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Tahun 1999 saya ke Irian lagi, waktu itu Sersan Dua, ada peristiwa Bintang Kejora dan saat itu Presidennya Gus Dur, tahun 2000 saya ke Kaltim mengejar pembalakan liar dan selanjutnya ke Aceh, hingga 2010-2011 saya ke Lebanon,”ulasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement