Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatkan Eskalasi, Para Pemimpin Dunia Bergegas Redakan Ketegangan Paska Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 29 Juli 2024 |14:35 WIB
Peringatkan Eskalasi, Para Pemimpin Dunia Bergegas Redakan Ketegangan Paska Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan
Peringatkan Eskalasi, Para Pemimpin Dunia Bergegas Redakan Ketegangan Paska Serangan Roket di Dataran Tinggi Golan (Foto: AFP/Reuters)
A
A
A

LEBANON – Para pemimpin dunia mengutuk serangan roket di lapangan sepak bola di Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan pada Sabtu (27/7/2024) yang menewaskan 12 orang.

Mereka juga memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi, meskipun mereka berbeda pendapat tentang siapa yang bertanggung jawab.

Para pemimpin ini langsung bergerak untuk meredakan ketegangan di tengah kekhawatiran bahwa hal itu dapat memicu perang antara Israel dan Hizbullah.

Gedung Putih mengatakan kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, melakukan serangan tersebut, Israel juga menuduh Hizbullah namun Hizbullah membantah bertanggung jawab.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Washington mendukung hak Israel untuk membela diri. Namun dia menegaskan pihakynya juga tidak ingin melihat konflik meningkat.

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa Inggris mengecam serangan di Dataran Tinggi Golan yang secara tragis telah merenggut sedikitnya 12 nyawa dan Hizbullah harus menghentikan serangan mereka.

“Kami sangat khawatir tentang risiko eskalasi dan destabilisasi lebih lanjut,” kata Menteri Lammy.

Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bouhabib mengatakan kepada BBC bahwa ia tidak yakin Hizbullah melakukan serangan itu, tetapi menambahkan itu bisa jadi kesalahan Israel atau Hizbullah.

Pemerintah Lebanon mengutuk kekerasan tersebut dan menyerukan gencatan senjata di semua lini.

Seperti diketahui, ribuan orang berkumpul pada Minggu (28/7/2024) untuk menghadiri pemakaman anak-anak dan remaja yang tewas dalam serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

 

Media Israel melaporkan anggota komunitas Druze menangis saat membawa peti jenazah melalui Majdal Shams, sedangkan beberapa berteriak marah kepada para menteri di sana.

Serangan pada Sabtu (27/7/2024) tersebut merupakan serangan paling mematikan di dalam dan sekitar perbatasan utara Israel sejak Oktober.

Serangan tersebut menghantam lapangan sepak bola di Majdal Shams, satu dari empat kota di Dataran Tinggi Golan tempat tinggal sekitar 25.000 anggota kelompok agama dan etnis Druze yang berbahasa Arab.

Kementerian luar negeri Israel mengatakan 10 dari 12 korban berusia antara 10 dan 16 tahun, dan belum merilis usia dua korban lainnya.

AFP melaporkan pada pemakaman di Majdal Shams pada Minggu (29/7/2024), pria-pria yang menangis mengenakan topi putih tradisional bertepi merah membawa 10 peti jenazah yang ditutupi kain putih melalui jalan-jalan yang padat.

Wanita-wanita yang mengenakan jubah abaya hitam menangis saat mereka meletakkan bunga di peti jenazah. Beberapa pelayat membawa foto-foto besar anak-anak yang meninggal.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement