Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Benarkah Amerika Takut Jika Israel Serang Lebanon?

Dian Ayu Anggraini , Jurnalis-Rabu, 31 Juli 2024 |19:31 WIB
Benarkah Amerika Takut Jika Israel Serang Lebanon?
Konflik Israel dan Lebanon terus meningkat dengan korban berjatuhan. (Foto: AP)
A
A
A

ISU ketegangan internasional khususnya Timur Tengah sering kali melibatkan berbagai lapisan kompleksitas politik dan strategi yang memengaruhi hubungan antara negara-negara besar. Ditambah kabar terbaru meninggalnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh ditangan Israel makin membuat situasi semakin memanas. 

Lantas, apa hubungannya dengan pihak sekutu setia Amerika di kasus ini? Berikut ulasan singkatnya

  1. Latar Belakang Konflik Israel dan Lebanon

Untuk memahami kekhawatiran Amerika, penting melihat latar belakang konflik antara Israel dan Lebanon. Ketegangan antara kedua negara telah berlangsung selama beberapa dekade, sebagian besar disebabkan perseteruan dengan kelompok-kelompok seperti Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Hizbullah sering terlibat dalam konfrontasi dengan Israel, dan serangan lintas batas telah menjadi hal yang relatif umum dalam sejarah hubungan mereka.

  1. Peran Strategis Amerika Serikat di Timur Tengah

Amerika Serikat (AS) sudah lama menjadi sekutu setia Israel dan memiliki kepentingan strategis yang besar di Timur Tengah. AS sering kali berada di posisi untuk menengahi dan mengelola konflik di wilayah ini guna melindungi kepentingan nasionalnya serta stabilitas regional. Dalam konteks ini, ketidakstabilan di Lebanon atau serangan Israel terhadap Lebanon dapat memengaruhi keamanan dan kepentingan Amerika di wilayah tersebut.

  1.  Apa yang Dikhawatirkan Amerika?

Ada beberapa alasan mengapa Amerika mungkin merasa khawatir tentang kemungkinan serangan Israel ke Lebanon:

 

  • Stabilitas Regional: Ketidakstabilan di Lebanon dapat mempengaruhi seluruh Timur Tengah, yang berdampak pada pasar energi global dan aliran pengungsi, serta meningkatkan aktivitas kelompok teroris. Amerika Serikat tidak ingin situasi ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar yang bisa mengganggu stabilitas regional.
  • Kepentingan Sekutu: Amerika Serikat memiliki kepentingan dalam menjaga hubungan baik dengan negara-negara Arab di sekitar Lebanon, banyak diantaranya memiliki ketegangan dengan Israel. Serangan Israel dapat memperburuk hubungan ini dan mempengaruhi aliansi Amerika di kawasan tersebut.
  • Reaksi Internasional: Serangan Israel terhadap Lebanon bisa memicu reaksi negatif dari masyarakat internasional, termasuk kritik dari PBB dan negara-negara besar lainnya. AS mungkin khawatir tentang dampak diplomatik dan reputasinya di panggung global.
  1. Pendekatan Amerika terhadap Potensi Konflik

Sebagai bentuk antisipasi, Amerika Serikat sering kali terlibat dalam upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan. Misalnya, Amerika sering mendorong perundingan dan resolusi damai untuk menghindari eskalasi konflik. 

Selain itu, AS juga memberikan dukungan militer dan bantuan kepada sekutu-sekutunya, termasuk Israel, untuk memastikan bahwa kebijakan luar negeri mereka selaras dengan kepentingan strategis Amerika.

Meskipun Amerika Serikat mungkin tidak secara eksplisit “takut” akan serangan Israel ke Lebanon, pihak Washington memiliki kekhawatiran dan kepentingan yang signifikan terkait potensi memanasnya konflik. Kepentingan ini didorong oleh faktor-faktor strategis dan diplomatik yang lebih besar yang mempengaruhi stabilitas regional dan hubungan internasional. 

Oleh karena itu, meskipun ketakutan mungkin tidak menjadi istilah yang tepat, kekhawatiran dan langkah-langkah proaktif jelas merupakan bagian dari pendekatan Amerika untuk menjaga stabilitas dan mengelola risiko di kawasan yang kompleks ini.
 

(Maruf El Rumi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement