SEBANYAK enam Anak Buah Kapal (ABK) ditemukan tewas di Kapal KM Sri Mariana, pada Senin 5 Agustus 2024 dini hari.
Ditpolairud Polda Banten melakukan evakuasi terhadap para nelayan dan kapal yang sedang berada di perairan Merak tepatnya di Pulau Tempurung. Berikut sejumlah faktanya:
1. Enam Mayat dan Satu Orang Kritis
Dirpolairud Polda Banten, Kombes Yunus Hadith Pranoto mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 00.30 WIB.
“Tim diterjunkan untuk melakukan penyelidikan dan ditemukan 6 mayat dan 1 orang dalam keadaan kritis di dalam kapal,” kata Yunus dalam keterangannya.
2. Penyebab Masih Dalam Penyelidikan
"Kemudian kapal Ikan itu disandarkan di KMB Pelangi di Perairan Pulorida. Sementara untuk penyebabnya kematian masih dalam penyelidikan," kata Dirpolairud Polda Banten, Kombes Yunus Hadith Pranoto.
3. Seluruh Jenazah Dievakuasi ke rumah sakit
Dirpolairud Polda Banten, Kombes Yunus Hadith Pranoto mengatakan, saat ini jasad para korban dievakuasi dengan menggunakan kantong mayat, selanjutnya 6 ABK yang meninggal dunia dibawa ke RS Drajat Prawira Serang.
"1 kritis dan 7 lainnya dalam keadaan sakit dan dievakuasi ke RS Krakatau Steel," kata Yunus.
4. Berikut Data Korban
Ini data korban meninggal dunia di Kapal KM Sri Mariana: Abdul mujani, Handayana alias Rohmat (tidak ada di crew list), Agung (tidak ada dicrew list), Irfan, Agung prasetyo, Irvan septian alias Rifki.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.